Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, June 1, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Curhat Karyawan Hotel Saat Wabah Corona: Libur Tanpa Digaji

Dok. Hospitality Study

Topcareer.id – Pandemi corona berdampak pada berbagai sektor industri di Indonesia. Salah satunya industri pariwisata, tepatnya di sektor perhotelan.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menginformasikan salah satu hotel yang kabarnya sudah melakukan PHK adalah Aryaduta, milik Lippo Group.

Serangan virus corona (COVID-19) yang terus meningkat di Indonesia membuat industri perhotelan terganggu operasional dan pemasukannya, ia memprediksi akan terjadi PHK lagi mulai bulan April ini.

Permasalahannya saat ini perhotelan di Indonesia tak memperoleh pemasukan, namun harus menghadapi biaya operasional yang tinggi.

Baca juga: Menparekraf Siap Buat Prosedur Jaminan Keamanan dan Keselamatan Wisatawan

Maulana membeberkan, di tengah pandemi corona ini, okupansi hotel di Indonesia tak sampai 9%. Belum lagi pengeluaran perusahaan untuk mengelola hotel cukup tinggi. Sehingga untuk menjaga keberlangsungan hotel, PHK terpaksa dilakukan.

Salah satu hotel bintang 4 di Jakarta Royal Kuningan juga ikut terdampak akibat meluasnya wabah corona. Namun ada strategi yang dilakukan agar hotel tidak melakukan PHK karyawan. Salah satu pekerja harian yang sudah bekerja hampir dua tahun di sana, Ruli Mukti menyampaikan apa yang dialaminya pada Topcareer.id.

“Terkait pandemi corona ini dampaknya sangat sangat besar untuk hotel dan pekerjanya. Salah satunya ya hotel tempat saya bekerja ini, di hotel royal kuningan sejak 20 Maret semua daily worker (pekerhja harian) diliburkan, tetapi karyawan kontrak masih masuk secara shifting. Kemudian per tanggal 29 Maret, semua aktivitas di tutup sampai pertengahan April dan menunggu arahan pemerintah perihal kondisi sudah kondusif atau belum untuk beroperasi kembali,” cerita Ruli.

Ia menambahkan Hotel Royal Kuningan belum berencana mem-PHK karyawan. “Strateginya selain menutup total kegiatan operasional hotel, pihak hotel menerapkan sistem unpaid leave untuk karyawan kontrak dan meliburkan seluruh karyawan magang dan part time, sehingga hotel bisa saving cost,” kata Ruli.

“Ini berdampak pada penghasilan saya dan teman-teman yang masih karyawan kontrak. Praktis kami jadi tidak menerima gaji selama libur, dan untuk karyawan kontrak tentunya mengalami pemotongan gaji yang lumayan banyak,” imbuhnya lagi. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply