Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, March 2, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

WHO: Dunia Kekurangan 6 Juta Perawat

Penanganan corona di Indonesia. (dok.KataData)

Topcareer.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara-negara untuk menciptakan setidaknya 6 juta pekerja keperawatan baru pada tahun 2030 untuk mengimbangi “kekurangan global” tenaga perawat di seluruh dunia seperti saat ini ketika menghadapi pandemi corona.

Menurut WHO, Keperawatan adalah kelompok pekerjaan terbesar di sektor perawatan kesehatan, terhitung sekitar 59% dari profesi kesehatan.

Saat ini jumlah perawat di bawah 28 juta orang di seluruh dunia, jumlah itu membuat kekurangan 5,9 juta dari apa yang dibutuhkan dunia untuk merawat populasi yang tumbuh dengan pesat, menurut laporan baru yang diterbitkan Senin dari WHO, the International Council of Nurses and Nursing Now (ICN).

Defisit perawat terbesar adalah di negara berpenghasilan rendah hingga menengah di Afrika, Asia Tenggara, wilayah Mediterania Timur dan beberapa bagian Amerika Latin, menurut laporan itu, yang mengamati 191 negara menggunakan data antara 2013 dan 2018.

Lebih dari 80% perawat dunia bekerja di negara-negara yang menyumbang setengah dari populasi dunia, menurut temuan laporan itu.

“Perawat adalah tulang punggung sistem kesehatan,” Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNBC.

“Hari ini, banyak perawat berada di garis depan dalam pertempuran melawan COVID-19. Laporan ini adalah pengingat akan peran unik yang mereka mainkan, dan seruan untuk memastikan mereka mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk menjaga dunia tetap sehat.”

WHO merekomendasikan bahwa negara-negara yang mengalami kekurangan perawat harus meningkatkan jumlah lulusan perawat sekitar 8% setiap tahun dan meningkatkan ketersediaan pekerjaan.

Baca juga: Bagian Tersulit Menjadi Seorang Perawat di Tengah Wabah Virus Corona

“Politisi memahami biaya mendidik dan mempertahankan tenaga keperawatan yang profesional, tetapi baru sekarang banyak dari mereka yang mengakui nilai perawat sebenarnya,” kata Presiden ICN Annette Kennedy dalam sebuah pernyataan.

“Setiap sen yang diinvestasikan dalam perawatan meningkatkan kesejahteraan orang dan keluarga dengan cara nyata yang jelas bagi semua orang untuk melihatnya.”

WHO juga merekomendasikan bahwa para pemimpin dunia mendidik perawat dalam keterampilan ilmiah, teknologi, dan sosiologis yang mereka butuhkan untuk mendorong kemajuan dalam perawatan kesehatan serta memperbaiki kondisi kerja.

Para pejabat WHO mengatakan para pemimpin juga harus memperkuat peran perawat dalam tim perawatan, mencatat sekitar 90% perawat adalah perempuan, tetapi sedikit perawat atau wanita yang memegang posisi kepemimpinan. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply