Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, July 10, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

AS Siapkan Pulau Hart Jadi Tempat Pemakaman Korban Covid-19

Sumber foto: newyorker.com

Topcareer.id – Pulau Hart di New York yang selama beberapa dekade telah digunakan sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi mereka yang meninggal tanpa diklaim keluarganya, kini akan digunakan juga untuk korban virus corona.

“Kemungkinan orang yang telah meninggal dunia akibat positif Covid-19 akan dimakamkan di Pulau Hart dalam beberapa hari mendatang,” kata Sekretaris Pers Walikota New York Freddi Goldstein. Pemakaman di pulau ini akan dilakukan jika tidak ada keluarga yang mengklaim korban.

Mengutip laman edition.cnn.com, Kamis (16/4/2020), langkah ini dilakukan ketika New York terus didera wabah virus corona yang menghancurkan. Lebih dari 161.000 kasus dan 7.000 kematian telah dilaporkan di negara bagian itu, menurut Johns Hopkins University.

Baca juga: Kemenparekraf Beri Tambahan Akomodasi Bagi Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19

Pulau Hart telah digunakan oleh kota New York sebagai pemakaman umum selama lebih dari 150 tahun dan dikelola oleh Departemen Pemasyarakatan. Pemakaman di pulau Hart sebagian besar adalah orang-orang meninggal yang tidak diklaim oleh keluarganya di kamar mayat Rumah Sakit kota selama 30 hingga 60 hari.

Lebih dari satu juta orang telah dikebumikan di sana. Peraturan baru dari kantor pemeriksa medis setempat mengatakan jenazah akan dibawa ke pulau itu jika mereka tidak diklaim oleh keluarganya selama dua minggu.

Goldstein mengatakan selama petugas kamar mayat melakukan kontak dengan kerabat korban dalam 14 hari, jenazah mereka tidak akan dipindahkan ke Pulau Hart.

Baca juga: Tangkal Corona, Yordania Larang Ibadah di Masjid Sepanjang Ramadan

Biasanya, sekitar 25 orang dimakamkan di pulau itu setiap minggunya, kata Goldstein. Tetapi, sejak pandemi virus corona, pemerintah setempat mulai mengklaim ada 25 orang yang dimakamkan di sana setiap hari.

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply