Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, April 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Kapan Social Distancing Tangkal Corona Berakhir? Peneliti Harvard Menjawab

Wabah virus korona di Wuhan. (dok. The Conversation)

Topcareer.id – Sekelompok peneliti penyakit dari Universitas Harvard mengatakan, orang-orang di seluruh dunia mungkin perlu mempraktikkan beberapa tingkat social distancing hingga 2022 untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Meninggalkan social distancing sekaligus bisa berisiko hanya menunda puncak epidemi dan berpotensi membuatnya lebih parah, para ilmuwan memperingatkan dalam sebuah artikel yang diterbitkan Selasa (14/4/2020) di jurnal Science.

Perjalanan pandemi akan tergantung pada pertanyaan yang belum dijawab: Apakah penyebaran virus akan berubah seiring musim? Kekebalan apa yang akan dimiliki orang setelah terinfeksi? Dan apakah paparan corona yang menyebabkan penyakit ringan memberikan perlindungan terhadap patogen yang menyebabkan Covid-19?

Pertanyaan-pertanyaan itu sedang ditimbang oleh para pemimpin pemerintah yang telah melihat ekonomi di seluruh dunia terhenti karena langkah-langkah social distancing.

Baca juga: Bisakah Corona Menyebar Lewat Sepatu Yang Kamu Pakai?

Para peneliti Harvard menggunakan model komputer untuk mensimulasikan bagaimana pandemi itu dapat terjadi. Satu kemungkinan adalah bahwa jarak sosial yang ketat diikuti oleh pekerjaan detektif kesehatan masyarakat yang intensif dapat mengejar dan memberantas virus.

Itulah yang terjadi dengan SARS-CoV-1, yang menyebabkan wabah tahun 2003. Tetapi dengan kasus-kasus yang dikonfirmasi dari virus corona yang mendekati 2 juta secara global, hasil itu dipandang semakin tidak mungkin, tulis para peneliti.

Penyakit musiman

Kemungkinan besar virus itu akan ada terus dan bertahan seperti influenza, berkeliling dunia secara musiman. Dalam satu model, 20 minggu tindakan untuk membatasi penyebaran diikuti oleh puncak epidemi, itu sama besarnya dengan penyebaran yang tidak terkendali.

“Jarak sosial sangat efektif sehingga hampir tidak ada kekebalan populasi dibangun,” kata para peneliti dari skenario itu.

Mereka mencatat, jika virus lebih mudah menular pada bulan-bulan yang lebih dingin, menunda puncaknya ke musim gugur dapat memperburuk tekanan pada sistem kesehatan.

Untuk menghindari hasil seperti itu, langkah social distancing secara on-dan-off mungkin diperlukan sampai 2022, kecuali kapasitas rumah sakit meningkat, atau vaksin serta perawatan yang efektif dikembangkan. *

Editor: Ade Irwansyah

Tinggalkan Balasan