Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, April 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Jarang Gerak Saat di Rumah Terus? Awas Bahaya Perut Buncit

Ilustrasi. (dok. Eat This, Not That)

Topcareer.id – Di saat pandemi corona, semua aktivitas dilakukan di rumah, baik bekerja, beribadah dan belajar. Ujungnya, kita jadi kurang gerak. Sementara itu, mulut justru beraktivitas terus buat makan besar atau ngemil. Berat badan pun bertambah. Perut jadi makin buncit.

Awas, itu berbahaya. Walau mungkin kamu terbebas dari corona. Kamu justru mengundang penyakit lain karena perut buncit seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, stroke, hingga jantung.

Dalam dunia medis, gemuk yang berpusat di perut dikenal dengan sebutan obesitas sentral. Dibandingkan dengan kelebihan berat badan atau overweight, obesitas sentral berisiko dua kali lipat lebih berbahaya. Salah satunya, kematian dini.

Baca juga: Bisakah Corona Menyebar Lewat Sepatu Yang Kamu Pakai?

Jurnal Annals of Internal Medicine pada 2015 memuat hasil penelitian orang dengan berat badan normal tapi perutnya buncit, berisiko dua kali lebih besar mengalami kematian dini dibanding mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas berdasarkan hitungan indeks massa tubuh (BMI, body mass index).

Akibat lemak jahat

Pemicu kebuncitan di perut adalah lemak berlebih. Meski tubuh memerlukannya sebagai cadangan tenaga, namun jika timbunan itu berlebih, tetap saja menyebabkan masalah kesehatan serius. Apalagi jika letaknya di perut.

“Lemak perut adalah lemak jahat. Bahkan jauh lebih buruk daripada lemak di sekitar pinggul,” kata Dr. Paul Poirer dari Institute of Cardiology Laval University, Quebec, Kanada.

Jenis lemak di perut ada dua, yakni lemak subkutan yang berada di bawah kulit dan lemak visceral yang berada di bawah rongga perut. Obesitas sentral disebabkan lemak visceral, yang tersimpan di sejumlah organ internal dalam perut, seperti hati, pankreas dan usus.

Baca juga: Perut Kamu Buncit? Jangan-Jangan Kurang Vitamin D

Kalau jumlahnya berlebih, lemak ini dapat menyebabkan peradangan dan memicu produksi hormon yang dapat mengganggu metabolisme tubuh. Lemak ini juga mengeluarkan asam lemak bebas, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Akibatnya, risiko terkena penyakit jantung dan stroke lebih besar. Sifatnya yang mengganggu kerja hormon insulin juga membuat risiko diabetes tipe dua meningkat. Pada wanita, lemak visceral malah memperbesar risiko kanker payudara.

Bahaya banget, ‘kan? Ayo banyak gerak meski di rumah saja. * Dari berbagai sumber

the authorAde Irwansyah

Tinggalkan Balasan