Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, April 19, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Microsoft Beri Cuti 12 Minggu Selama Pandemi COVID-19

Kantor Microsoft. (dok. AFA)

Topcareer.id – Microsoft memberi pekerjanya tiga bulan tambahan cuti parental untuk menangani penutupan sekolah yang lama karena wabah virus corona.

Orang tua yang bekerja untuk Microsoft (MSFT) dapat memilih bagaimana dan kapan harus menggunakan cuti. Apakah itu cuti tiga bulan atau beberapa hari seminggu, menurut juru bicara perusahaan kepada CNN Business.

Perusahaan itu menyebut program itu “Cuti Sekolah Pandemi 12-Minggu dan Cuti Penutupan Anak.” Berita itu pertama kali dilaporkan oleh Business Insider.

“Hal ini tentu saja untuk memberikan fleksibilitas dan waktu istirahat yang lebih besar kepada karyawan kami saat mereka menghadapi penutupan sekolah yang panjang,” tambah juru bicara itu.

Baca Juga: Cuti Berbayar, 30 Ribu Karyawan British Airways Digaji 80 Persen

Virus corona telah memaksa sekolah-sekolah di seluruh dunia tutup. UNESCO memperkirakan bahwa penutupan sekolah di 188 negara berdampak pada lebih dari 91% populasi siswa dunia – sekitar 1,6 miliar anak-anak dan dewasa muda.

Beberapa negara bagian Amerika Serikat telah memperpanjang penutupan sekolah, dengan beberapa gubernur telah mengumumkan sekolah akan tetap tutup selama sisa tahun akademik. Itu termasuk Washington, tempat Microsoft berkantor pusat.

Langkah Microsoft ini merupakan salah satu dari beberapa langkah yang diambil perusahaan teknologi untuk beradaptasi dengan lockdown, karena sebagian besar karyawannya bekerja dari jarak jauh karena pandemi global.

Baca Juga: Amazon Bakal Pecat Pekerja Gudang Yang Tak Patuhi Aturan Social Distancing

Sementara itu Facebook (FB) mengumumkan bulan lalu, mereka akan memberikan USD1.000 untuk masing-masing 45.000 karyawannya, dan akan terus membayar pekerja per jam dan kontrak secara penuh meskipun beban kerja berkurang. Kebijakan yang sama juga dilakukan oleh Google dan Twitter mengatakan mereka akan terus membayar kontraktor.

Tetapi perusahaan teknologi lain, seperti Amazon (AMZN), mendapat kecaman atas perlakuan mereka terhadap pekerja di tengah wabah, khususnya yang ada di gudang dan fasilitas distribusi.*(RW)

Tinggalkan Balasan