Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, September 26, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Bentuk Dukungan Melawan Virus Corona, Gunung di Swiss Ini Menyala

Gunung Matterhorn di perbatasan Swiss-Italia. (dok. Fabrice COFFRINI / AFP)

Topcareer.id – Gunung Matterhorn di Pegunungan Alpen Swiss kini diterangi cahaya bergambar bendera beberapa negara untuk menyebarkan harapan dan kekuatan di tengah pandemi virus corona.

Seniman cahaya terkenal Swiss Gerry Hofstetter (58), telah menerangi gunung setinggi 14.690 kaki ini dengan pajangan bendera negara yang spektakuler dan pesan-pesan harapan sejak 24 Maret lalu.

Gambar cahaya bintang-bintang dan garis-garis bendera Amerika Serikat juga terpampang di gunung tersebut yang terletak di perbatasan antara Swiss dan Italia.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh situs wisata Zermatt Matterhorn mengatakan: “Sebagaimana adanya, Amerika Serikat, adalah negara yang paling terkena dampak krisis Covid-19 dengan jumlah kasus terkonfirmasi tertinggi. Semoga pesan kami menyampaikan untuk solidaritas dan memberi harapan dan kekuatan tersampaikan.”

Baca juga: Puasa Ramadan di Bawah Bayang-bayang Virus Corona

Bendera Inggris juga diproyeksikan di gunung itu pada 10 April lalu. Situs wisata Zermatt mengaku ‘sangat terhubung’ dengan Inggris sejak Inggris pertama kali membawa pendaki gunung di sana dan menyebabkan pariwisata di daerah tersebut meningkat.

Gambar pertama kali yang menerangi gunung Matterhorn pada 24 Maret lalu hanya tulisan ‘#Hope’ dengan warna putih mencolok dengan latar belakang merah.

Hofstetter sang seniman cahaya juga telah mempersiapkan untuk memproyeksikan bendera Jepang, Jerman, Spanyol, Prancis dan Italia – serta pesan teks termasuk ‘#StayAtHome’ dan #AllOfUs ke gunung Matterhorn.

Dalam upaya untuk menghentikan anggota masyarakat berbondong-bondong ke gunung untuk melihat cahaya bergambar tersebut, pihak terkait telah menyiapkan kamera sehingga penduduk sekitar gunung Matterhorn bisa menikmati seni cahaya tersebut dari rumah dengan livestreaming. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply