Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, April 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Selain Kopi Luwak Asal Indonesia, Ini 5 Kopi Termahal di Dunia

Topcareer.id – Kopi kini jadi salah satu minuman populer di dunia. Tren ini dapat dilihat dari menjamurnya kafe kopi di hampir setiap wilayah di suatu negara, termasuk Indonesia.

Jika kamu penggemar kopi, tentu punya jenis kopi favorit yang paling kamu suka. Seperti para pecinta kopi dunia yang juga punya pilihannya sendiri.

Sebagai pecinta kopi, apakah kamu tahu kopi apa yang paling mahal di dunia? Selama ini hampir semua orang di dunia terutama Indonesia mengenal kopi luwak sebagai yang termahal. Ternyata ada yang lebih mahal.

Baca Juga: 4 Kopi Khas Indonesia Yang Wajib Kamu Coba

Dikutip dari Themanual.com, Selasa (27/4/2020), berikut ini 5 jenis kopi termahal di dunia.

Hacienda El Roble: US$ 100 (Rp 1.5 juta) per 500 Gram
Kopi ini hanya tersedia dalam pasokan tahunan terkecil, hanya 22 kg per tahun. Jenis kopi ini tumbuh di Kolombia selatan yang diawasi oleh ahli agronomi secara penuh waktu. Pohon kopi dirawat dengan menggunakan kompos ayam organik. Kopi juga diproses secara cermat dengan cara pembuatan pulp, pengeringan matahari, dan fermentasi terkontrol. Lalu dipanggang di Melbourne, Australia.

Ospina Dynasty Gran Cafe Premier Grand Cru: US$ 150 (Rp 2.3 juta) per 500 Gram
Didirikan pada tahun 1835 oleh sepasang saudara lelaki yang melarikan diri dari penjara, pertanian Ospina tumbuh menjadi operasi penanaman kopi komersial berskala besar pertama.

Jenis kopi ini tumbuh secara eksklusif di ketinggian 7.500 kaki atau lebih tinggi di dataran tinggi vulkanik di provinsi Antioquia Kolombia, Gran Cafe Premier Grand Cru menawarkan aroma kopi mantap dengan sedikit aprikot namun seimbang, dan rasa cokelat-almond yang entah bagaimana rasanya berhasil memberikan kerenyahan di langit-langit mulut.

Baca Juga: Saran Penyajian Kopi Yang Bikin Panjang Umur

Hacienda La Esmeralda: US$ 350 (Rp 5.4 juta) per 500 Gram
Ada lebih dari satu cara untuk mendapatkan kopi yang rasanya luar biasa dan harganya mahal. Hacienda La Esmeralda, ditanam di wilayah Boquete Panama, mungkin merupakan kopi yang paling dianugerahi penghargaan di dunia.

Bersumber hanya dari pohon kopi pusaka dari varietas Geisha, pohon yang tumbuh secara eksklusif pada ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut ini titik harganya yang tinggi bermula dari pasokan yang minim, musim tanam yang pendek, dan biaya tenaga kerja yang tinggi, belum lagi rasanya yang luar biasa. Kopi ini murni dan memiliki intensitas rasa mirip jeruk, sekuat lemon tea cookies.

Kopi Luwak: US$ 600 (9.3 juta) per 500 Gram
Salah satu kopi paling terkenal di dunia asal Indonesia adalah Kopi Luwak, kopi Indonesia yang dipanggang setelah dimakan, dicerna, dan dihancurkan oleh luwak. Rupanya, hewan bermata cerah ini hanya memakan buah kopi yang paling manis, paling segar, dan terbaik.

Baca juga: Produktivitas Kamu Menurun? Coba Bekerja dari Kedai Kopi

Setelah dicerna, biji kopi menjalani proses fermentasi paling alami dalam saluran pencernaan luwak, menghasilkan karakteristik rasa yang berbeda yang tidak dapat dilakukan dengan cara lain apapun. Setelah luwak membuang biji kopi yang telah dicernanya, biji kopi pun diolah dan dibersihkan, lalu dipanggang. Plum, teh, dan mawar adalah aroma yang paling menonjol dari kopi ini.

Black Ivory: US$ 1.500 (Rp 23 juta) per 500 Gram
Nama itu terdengar keren, bahkan misterius, sampai kamu mengetahui bahwa itu merujuk pada kotoran gajah. Diproduksi melalui proses yang mirip dengan Kopi Luwak, Black Ivory dimulai dengan biji kopi Arabika yang dikonsumsi oleh gajah di Thailand utara. Sebagai herbivora, gajah membawa enzim tertentu dan waktu pencernaan ekstra lambat untuk proses yang menghasilkan rasa mellow yang unik dan halus dalam produk akhir. Harga ekstra mahal dari Black Ivory adalah karena kesulitan dalam mengekstraksi biji kopi utuh, karena gajah memiliki kebiasaan mengunyah sebagian besar biji kopi.*(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan