Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, September 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Kurang Tidur Bisa Atasi Depresi? Begini Penjelasannya

Sumber foto: Shutterstock

Topcareer.id – Kurang tidur jelas memiliki dampak negatif pada kesehatan. Selain membuatmu mudah lupa dan kesal, kurang tidur juga dapat menyebabkan obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Namun, kurang tidur ternyata juga punya sisi positif, yakni bisa jadi antidepresan. Hah, Serius?

Ya, sebuah meta-analisis mengklaim bahwa kurang tidur mampu memberikan dorongan mood bagi orang-orang tertentu.

Berdasarkan tinjauan dari 60 studi tentang kurang tidur, para peneliti di University of Pennsylvania menyimpulkan bahwa dalam pengaturan terkontrol, kurang tidur dapat secara radikal mengurangi gejala depresi pada sekitar setengah dari pasien.

Baca juga: Hati-Hati, Kurang Tidur Bikin Gampang Marah

Para peneliti mengategorikan studi ini dengan dua jenis kurang tidur. Sebagian pasien tidur selama tiga hingga empat jam dan tetap terjaga selama 20 hingga 21 jam, sementara sisanya tetap terjaga selama 36 jam berturut-turut.

Hasilnya, yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Psychiatry, kedua perawatan tersebut sama efektifnya dalam mengurangi tingkat depresi pasien. Terlebih lagi, banyak gejala depresi pasien yang membaik hanya dalam 24 jam.

“Studi-studi ini dalam analisis kami menunjukkan bahwa kurang tidur efektif untuk banyak populasi. Terlepas dari bagaimana responsnya dikuantifikasi, bagaimana kekurangan tidur dilakukan, atau jenis depresi yang dialami subjek, kami menemukan tingkat respons yang hampir setara,” ucap Author dari jurnal tersebut, Elaine Boland PhD, dalam siaran pers.

Ini merupakan kemajuan untuk antidepresan yang seringkali membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk menjadi efektif.

Baca juga: Hati-hati! Kurang dan Kelebihan Tidur Bisa Sebabkan Kematian Dini

Namun, jangan langsung mengacaukan jadwal tidur kamu untuk alasan ini. Karena menurut penulis senior Philip Gehrman, PhD, masih dibutuhkan banyak penelitian untuk memastikan keampuhan metode ini.

“Para peneliti masih perlu banyak melakukan penelitian yang diperlukan untuk menentukan seberapa efektif perawatan ini dan bagaimana memastikan hasil terbaik,” kata Philip.

Sebagai pertimbangan, dalam banyak penelitian lain, kurang tidur juga sering disebut sebagai penyebab depresi.

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply