Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, September 20, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Startup Ini Bagikan Desain Masker Anti Virus secara Gratis

Sumber foto: 3dprintingcenter.net

Topcareer.id – Menyikapi tingginya permintaan untuk masker N95, pengusaha dari Chili, Copper3D menciptakan dan meluncurkan desain masker anti virus yang dapat diunduh untuk pencetakan 3D.

Dikenal sebagai “NanoHack,” startup ini menyebutkan bahwa masker ciptaannya itu dapat digunakan kembali, didaur ulang, dan juga anti virus. File STL untuk membuat masker ini pada printer 3D bisa diunduh melalui link https://copper3d.com/hackthepandemic/#open_source.

Dikutip dari contxto.com, Senin (13/4/2020), untuk membuatnya, dibutuhkan PLACTIVE, plastik unik yang membuat topeng itu anti virus dan anti bakteri.

Baca juga: Setengah Ton Limbah Plastik di Laut, Disulap Menjadi Masker Wajah

Beberapa sumber menyatakan bahwa masker N95 hanya boleh dipakai selama sekitar delapan jam sebelum dibuang. Dan virus corona tidak hanya memengaruhi kesehatan, gaya hidup, dan ekonomi, tetapi juga lingkungan.

Menanggapi hal itu, pengusaha dan pendiri Copper3D, Andrés Acuña, Daniel Martínez, dan Claudio Soto menciptakan NanoHack sebagai cara untuk “meretas” pendekatan mereka terhadap topeng N95 melalui bahan plastik yang unik.

Copper3D mengembangkan bahan anti bakteri untuk mencegah infeksi dan membawa teknologi itu ke ranah masker wajah dengan bahan PLACTIVE mereka.

Nanokompositnya dapat terurai secara hayati dan mendapat persetujuan dari FDA, bersertifikat ISO, serta memenuhi standar dari Uni Eropa.

Baca juga: Ikut Perangi Covid-19, Wanita Ini Bagikan Ratusan Masker lewat Pohon Cemara

Sayangnya, rata-rata rumah sakit atau pusat kesehatan belum memiliki printer 3D. Dan PLACTIVE yang digunakan untuk NanoHack sangat diminati, sehingga startup kekurangan material secara global sebagaimana dinyatakan di media sosial Twitter @Copper3D_Global

Satu paket material ini dijual dengan harga USD 93. Plus, ada proses manual untuk membuat masker. Namun, mengingat beban kerja tenaga medis, Copper3D tidak yakin bahwa para tenaga medis akan memiliki ketenangan pikiran untuk merakitnya.

Semua ini berarti bahwa jika masker ciptaan Copper3D akan digunakan di rumah sakit, mereka harus dipasok oleh beberapa vendor pihak ketiga.

Baca juga: Hindari 5 Kesalahan Saat Menggunakan Masker

Masker ini membutuhkan pembersihan secara rutin sehingga dapat efektif melindungi diri dari paparan virus corona. Namun, jika ceroboh dan malas melakukan pembersihan, itu bisa menjadi tidak efektif dan justru membahayakan kesehatan.

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply