Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, July 8, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Pemerintah Pakistan Libatkan Korban PHK untuk Tanam Miliaran Pohon

Topcareer.id – Pemerintah Pakistan lakukan kebijakan “Green Stimulus” ketika banyak para buruh pekerja kehilangan pekerjaan akibat pandemi virus corona.

Salah seorang pekerja konstruksi Abdul Rahman kehilangan pekerjaannya akibat lockdown COVID-19 di Pakistan menghadapi pilihan yang tampak sangat jelas, yakni mengemis di jalanan atau membiarkan keluarganya kelaparan.

“Karena virus corona, semua kota telah ditutup dan tidak ada pekerjaan. Sebagian besar dari kita bertaruh sehari-hari tidak dapat mencari nafkah,” kata Rahman, yang juga penduduk distrik Rawalpindi di provinsi Punjab pada Thomson Reuters Foundation.

Namun pemerintah kini telah memberinya pilihan yang lebih baik. Ia bergabung dengan puluhan ribu pekerja terdampak lainnya untuk menanam miliaran pohon di seluruh negeri dalam menghadapi ancaman perubahan iklim.

Baca Juga: Pengaruh Corona Pada Perubahan Iklim Dan Kota Padat Penduduk

Sejak Pakistan dikunci mulai 23 Maret lalu untuk mencoba membendung penyebaran COVID-19, buruh harian yang menganggur telah diberikan pekerjaan baru sebagai “pekerja hutan”, menanam pohon muda sebagai bagian dari program 10 Miliar Pohon Tsunami negara.

Upaya “Green Stimulus” semacam itu adalah contoh bagaimana pemerintah menggunakan dana negara yang bertujuan membantu keluarga dan menjaga ekonomi tetap berjalan selama lockdown akibat pandemi. Ini juga dapat membantu negara mempersiapkan ancaman besar berikutnya: perubahan iklim.

Berkat program ini, Abdul Rahman sekarang bisa menghasilkan 500 rupee (US$ 3) per hari untuk menanam pohon. Walau ini hanya sekitar setengah dari apa yang biasa dia hasilkan pada hari biasanya, tetapi menurutnya cukup untuk bertahan.

Baca juga: WHO Selidiki Laporan Pasien Yang Sembuh, Kembali Positif COVID-19

Sebetulnya ini merupakan program penanaman pohon lima tahun yang ambisius, yang diluncurkan oleh Perdana Menteri Imran Khan pada tahun 2018 lalu. Bertujuan untuk melawan kenaikan suhu, banjir, kekeringan dan cuaca ekstrem lainnya di negara itu yang dihubungkan dengan perubahan iklim oleh para ilmuwan.

Indeks Risiko Iklim Global 2020, yang dikeluarkan oleh think tank Germanwatch, menempatkan Pakistan di urutan kelima dalam daftar negara yang paling terpengaruh oleh pemanasan global selama dua dekade terakhir.

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply