Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, June 1, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Tom Cruise Bakal Shooting Film di Luar Angkasa Bersama NASA

(foto: ibtimes)

Topcareer.id – Aktor Tom Cruise dapat kesempatan besar terbang ke luar angkasa untuk pembuatan film yang bekerja sama dengan The National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Kepala NASA mengkonfirmasi pada Selasa (5/5/2020) bahwa badan antariksa itu bekerja sama dengan aktor Tom Cruise untuk membuat film di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Seorang juru bicara NASA juga mengkonfirmasi kepada CNN Business bahwa Cruise akan meluncur ke luar angkasa dan tetap di atas stasiun, di mana merupakan sebuah laboratorium bernilai miliaran dolar yang mengorbit sekitar 250 mil di atas Bumi.

Kru astronot yang berotasi telah hidup di atas ISS terus menerus sejak tahun 2000, dan beberapa turis bergaji tinggi mampir ke stasiun selama bertahun-tahun.

Baca juga: NASA Miliki Tim Kerja yang Khusus Lindungi Bumi dari Alien

Beberapa film pernah diambil di atas stasiun ruang angkasa, termasuk film dokumenter IMAX tahun 2002 yang diceritakan Cruise. “Apogee of Fear 2012”, sebuah film fiksi ilmiah, juga difilmkan di ruang angkasa oleh pengusaha dan turis ruang angkasa Richard Garriott, putra seorang astronot. Tapi Cruise bisa menjadi aktor pertama yang bertahan dalam perjalanan ke luar angkasa.

“Kami membutuhkan media populer untuk menginspirasi generasi baru insinyur dan ilmuwan untuk membuat rencana ambisius NASA menjadi kenyataan,” kata Administrator NASA Jim Bridenstine dalam tweet-nya Selasa (5/5/2020).

Sebuah stori dari Deadline yang diterbitkan Selasa sebelumnya mengatakan film itu akan jadi penanda film fitur naratif pertama, sebuah petualangan aksi, yang akan syuting di luar angkasa.

Baca juga: Tips WFH yang Produktif dan Bahagia ala Astronot NASA

Belum jelas bagaimana atau kapan Cruise akan melakukan perjalanan ke stasiun ruang angkasa atau apa anggota kru tambahan dapat bergabung dengannya.

Rusia adalah satu-satunya negara dengan kemampuan untuk menerbangkan manusia ke dan dari stasiun luar angkasa, tetapi SpaceX dan Boeing telah bekerja selama bertahun-tahun untuk mengembangkan pesawat ruang angkasa yang mampu mengembalikan kemampuan itu ke Amerika Serikat.

Berbeda dengan program luar angkasa manusia pada dekade sebelumnya, NASA tidak akan memiliki dan mengoperasikan kendaraan SpaceX atau Boeing. Kedua perusahaan akan diizinkan untuk menjual kursi di pesawat ruang angkasa mereka kepada wisatawan atau orang lain yang bersedia membayar jutaan dollar.

SpaceX sebelumnya mengumumkan akan bekerja sama dengan perusahaan pihak ketiga untuk menjual kursi di atas kapal Crew Dragon masing-masing sekitar USD50 juta.

NASA juga mengeluarkan arahan tahun lalu yang menetapkan rencana untuk memungkinkan pelancong luar angkasa non-pemerintah membayar agensi luar angkasa untuk menggunakan fasilitas Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Dokumen itu juga menjabarkan berapa biaya layanan tertentu: Penggunaan peralatan pendukung kehidupan, dan toilet, terdaftar dengan USD11.250 per hari. Makanan, udara, dan ketentuan lainnya dihargai USD22.500 per hari. *(RW)

Leave a Reply