Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, May 28, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Ingin Tingkatkan Mood? Cobalah Berjalan Kaki

Ilustrasi. (dok. Harvard Health)

Topcareer.id – Berjalan kaki. Sederhana, tapi banyak manfaatnya. Mulai dari meningkatkan kesehatan jantung, kurangi tekanan darah tinggi, membuat tulang lebh kuat hingga meningkatkan kesehatan mental. Coba berjalan-jalan sebentar saat kerja dari rumah untuk menjaga mood yang baik.

Tenang, kamu tidak perlu berjalan bermil-mil untuk mendapatkan manfaat kesehatan mental. Menurut sebuah penelitian dari Iowa State University, berjalan dalam waktu singkat ini dapat meningkatkan suasana hatimu.

Mengapa berjalan meningkatkan mood?

Studi ini menemukan bahwa berjalan pasti meningkatkan suasana hati, dan penulis menyarankan bahwa alasan mengapa mungkin karena kita terprogram untuk merasakan hal ini. Menggerakkan tubuh kita selalu terhubung dengan kegiatan positif, seperti mencari makanan.

Baca juga: Jalan Santai 4 Ribu Langkah Sehari Kurangi Risiko Kematian Dini

“Gerakan tidak hanya menyebabkan peningkatan pengaruh positif (perasaan emosional), tetapi gerakan sebagian mewujudkan, atau dalam arti mencerminkan, pengaruh positif,” tulis rekan penulis Dr. Jeffrey Miller dan Dr. Zlatan Krizan, dikutip dari The Ladders.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berjalan meningkatkan mood?

Menurut penelitian, berjalan hanya 12 menit, bahkan tanpa faktor-faktor seperti sinar matahari, alam, kontak sosial, atau musik, memiliki kemampuan untuk mengangkat suasana hatimu.

Dalam studi ini para peneliti melakukan tiga percobaan untuk memeriksa bagaimana berjalan menginduksi emosi positif.

Eksperimen pertama membuat satu kelompok mahasiswa berjalan-jalan di gedung-gedung kampus sementara kelompok kontrol menonton video atau melihat-lihat foto. Hal ini secara efektif menguji efek berjalan vs tidak berjalan.

Baca juga: Olahraga ini Cocok Dilakukan Ibu dan Anak selama Pandemi Covid-19

Mereka yang berjalan melalui kampus merasakan emosi positif yang lebih kuat seperti kepastian, kegembiraan, dan kekuatan, sementara subjek kontrol melihat penurunan baik perhatian maupun suasana hati.

Eksperimen kedua meminta siswa menyelesaikan tur jalan kaki dan kemudian menulis esai. Esai, yang dirancang untuk menambah tekanan pada siswa berjalan, tidak mengambil manfaat positif dari berjalan mereka. Suasana hati siswa masih terangkat dari jalan-jalan mereka di sekitar kampus.

Eksperimen ketiga meminta siswa berjalan di atas treadmill, efektif mengeluarkan sifat dari persamaan. Bahkan tanpa alam, siswa menikmati hasil peningkatan mood dibandingkan dengan peserta yang tidak berjalan sama sekali.

Terlepas dari percobaan ketiga, berjalan-jalan di luar atau melihat alam dapat memaksimalkan mood meningkatkan manfaat berjalan, menurut penelitian 2018 dalam jurnal Environment and Behavior. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply