Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, May 28, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Sekretaris Zaman Sekarang Tak Melulu Soal Administrasi

Kepala Bagian Humas Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretaris (STIKS) Tarakanita, Elsie Oktivera. (Foto: Topcareer.id/Ali Dhanas)

Topcareer.id – Secara awam, pekerjaan sekretaris di kantor akan dikaitkan dengan administrasi atau surat menyurat.

Tapi, itu sepertinya anggapan kuno yang dibangun mengenai profesi sekretaris. Padahal, pekerjaan yang didominasi perempuan ini mencakup banyak hal, bahkan rumit.

Seperti yang dikatakan oleh Elsie Oktivera, Kepala Bagian Humas Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretaris (STIKS) Tarakanita ketika bercerita soal pekerjaan dan kemampuan yang harus dimiliki oleh sekretaris.

“Sekretaris di zaman sekarang tidak hanya mengerjakan pekerjaan terkait adminisrasi saja, tetapi dia juga harus bisa mengembangkan kemampuan analisanya atau yang kita bilang thinking analysis,” ucap Elsie kepada Topcareer.id, di kampus STIKS Tarakanita, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

“Jadi, harus bisa membantu pimpinan, misalnya memberikan masukan-masukan terhadap pengembangan bisnis perusahaan,” ujarnya.

Baca juga: 6 Ciri yang Dimiliki Sekretaris Hebat

Elsie mengatakan, lulusan STIKS Tarki yang berprofesi sebagai sekretaris perusahaan, kerap dimintai analisis, pendapat hingga masukan dari pimpinan mereka terkait isu yang berkembang dan bagaimana kaitannya dengan bisnis perusahaan.

Jika pendapat soal bisnis ke depan dinilai berharga, berarti peran sekretaris perusahaan begitu penting. Sehingga menurut Elsie, sekretaris itu harus memiliki kemampuan lebih dari sekadar administrasi saja.

“Kemudian negotiation skill. Mereka (sekretaris) juga harus punya kemampuan dalam bernegosiasi dengan klien. Dan itu yang saya sampaikan bahwa sekretaris ini tidak mungkin terganti oleh teknologi. Tapi teknologi membantu pekerjaan sekretaris,” paparnya.

Dalam hal komunikasi negosiasi, kata dia melanjutkan, seorang sekretaris kerap dituntut memiliki kemampuan untuk dealing with customer, di mana juga harus memerhatikan etika-etika bisnis yang berlaku di tiap perusahaan. Apalagi jika perusahaan skala multinasional dengan etika bisnis yang berbeda.

Elsie menyampaikan bahwa sekretaris juga bisa menjadi jembatan komunikasi antara publik dengan perusahaan, layaknya fungsi public relation (PR).  Elsie menekankan, hal penting lainnya yang perlu dimiliki oleh sekretaris adalah kemampuan berkomunikasi.

Baca juga: Jenjang Karier: Apa Sekretaris Selamanya akan Jadi Sekretaris?

Lagi-lagi, bukan hanya soal kemampuan saja yang diasah untuk menjadi sekretaris yang profesional, tapi mereka juga diajarkan untuk bermoral.

“Sesuai dengan visi kita menghasilkan lulusan yang profesional, bermoral, dan berwawasan internasional. Nah bermoral ini yang menjadi penekanan. Bukan hanya secara akademik yang kuat, tetapi mereka memiliki karakter yang kuat, juga daya juang.”

Leave a Reply