Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, May 28, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Cara Mengendalikan Amarah ketika Berpuasa

Ilustrasi. (dok. Getty Images)

Topcareer.id – Pasti banyak yang tahu puasa tidak hanya menahan makan dan minum sejak subuh hingga Maghrib saja. Tapi puasa juga mengharuskan kita membiasakan diri untuk menahan segala hawa nafsu, termasuk nafsu amarah.

Agama Islam mengajarkan, percuma saja puasa jika hanya mendapatkan rasa lapar dan haus.

Bagi kamu yang tinggal di rumah saja gara-gara pandemi Covid-19 seperti saat ini pasti tidak gampang menahan amarah setiap hari. Buat orngtua yang punya anak kecil, di rumah kamu harus berhadapan dengan anak yang rewel minta ini-itu. Belum lagi rumah yang selalu berantakan.

Tambahan pula beban pekerjaan yang tak bisa diabaikan saat kerja dari rumah atau work from home (WFH). Bisa-bisa emosi kamu terpancing, tak bisa menahan amarah.

Baca juga: Tips Donor Darah saat Berpuasa

Efeknya merusak tubuh
Sebelum tahu bagaimana mengatasinya, ada baiknya mengetahui bahwa kemarahan -dari yang ringan hingga berat-meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Bahkan efek marah ini kadang-kadang merusak. Orang yang terbiasa berkeringat seringkali menderita masalah fisik seperti infeksi perut dan serangan jantung.

Sebuah studi yang dilakukan John Hopkins University terhadap lebih dari 1000 dokter melaporkan, dokter muda yang cepat memberikan reaksi terhadap stres dengan kemarahan nyatanya punya risiko 5 kali lebih besar terkena serangan jantung daripada koleganya yang lebih kalem walaupun tidak ada sejarah medis dari keluarga mereka yang menderita sakit jantung.

Kemarahan memang bisa merusak tubuh. Lalu bagaimana mengatasinya? Mengingat sikap dan tindakan agresi (termasuk marah) sebenarnya reaksi alami terhadap ancaman, harus diingat, marah boleh-boleh saja asal sesuai porsi. Kemarahan berlebihan bisa berbahaya. Menemukan respon yang pas itulah yang penting. Mana yang lebih sehat, mengekspresikan atau menahan kemarahan?

Cari tahu lebih banyak di halaman berikutnya>>

the authorAde Irwansyah

Leave a Reply