Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, September 23, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Produk Kosmetik Bisa Terpapar Virus Corona, Bagaimana Mencegahnya?

Dok. WTVR

Topcareer.id – Menanggapi pandemi Covid-19, Dinas Pencegahan Penyakit AS, CDC mengeluarkan pedoman untuk membersihkan hampir semua permukaan, tetapi bagaimana dengan produk tata rias atau kosmetik dan perawatan kulit harian?

Sebuah studi menemukan bahwa wanita menggunakan tidak kurang dari 16 produk per hari, timbul pertanyaan apakah rutinitas wanita untuk berdandan setiap hari rentan terhadap infeksi virus corona.

Beberapa pakar memberikan tanggapan mereka yang cukup mengejutkan. “Kami tidak tahu banyak tentang bagaimana SARS-CoV-2 (virus yang menyebabkan COVID-19) bertahan dalam produk kecantikan,” kata Dr. Angela Rasmussen, Ph.D., seorang ahli virus di Universitas Columbia.

Baca juga: Haruskah Tetap Pakai Masker Saat Olahraga Lari? Ini Kata Ahli

Tanggapan industri kecantikan terhadap pandemi ini sangat bervariasi. Glossier untuk sementara waktu menutup toko. Sementara Sephora membatalkan layanan dalam toko dan mendorong pelanggan untuk berbelanja online dengan menawarkan pengiriman gratis.

Tapi corona bukan wabah virus pertama yang meningkatkan masalah kesehatan dalam industri kecantikan. Pada 2013, seorang wanita Harlem menggugat MAC Cosmetics setelah ia diduga mengidap herpes oral setelah menguji lipstik di gerai MAC selama konser Rihanna.

Bisakah corona hidup pada produk kecantikan?

Meskipun tidak jelas berapa lama virus corona aktif di luar tubuh, kamu yang secara rutin menggunakan kosmetik agar tetap waspada, karena umur yang tepat dari SARS-CoV-2 belum diuji dalam produk kecantikan.

Shuting Hu, seorang ilmuwan kosmetik dan pendiri produk perawatan kulit Acaderma, merekomendasikan untuk membuat dua area berbeda di rumah: zona kontaminasi dan zona bersih. Saat kembali ke rumah, tinggalkan semua barang yang terkontaminasi (pakaian luar, sepatu, tas, dll.) di zona yang terkontaminasi. ”Setelah mencuci tangan, sterilkan semua barang yang kamu bawa ke zona bersih ,” Kata Hu.

Baca juga: Hindari 5 Kesalahan Saat Menggunakan Masker

Sejauh ini produk disinfektan yang dimiliki di rumah dapat digunakan untuk menghapus botol lotion atau tabung lipstik dengan lap. Tetapi walau produk di dalamnya berpotensi terkontaminasi, Dr. Hu meyakinkan bahwa produk apa pun yang berisiko dapat menjadi aman kembali jika tidak disentuh selama beberapa hari. Virus tidak akan bertahan dalam semua bahan, Dr. Rasmussen menambahkan.

Deterjen dan produk dengan kandungan alkohol tinggi, seperti pembersih dan toner, membuat virus tidak aktif. Tetapi karena krim umumnya diformulasikan dengan lebih sedikit alkohol, secara teori mereka bisa lebih rentan terhadap kontaminasi.

Jangan abaikan untuk sanitasi kosmetik kamu. “Cuci kuas makeup dan spons secara teratur. Jangan celupkan aplikator ke rias wajah setelah menyentuh kulit,” saran dokter kulit Dr. Joshua Zeichner, MD. Selain itu, menyeka tas makeup dan produk apa pun yang digunakan di luar rumah seperti lip gloss dan maskara adalah ide yang bagus.

Pergi ke layanan kecantikan juga menambah lapisan risiko baru. Sementara sebagian besar peralatan medis di kantor dokter kulit steril, itu tidak selalu berlaku untuk spa dan salon. Jika kamu ingin mengunjungi penata rambut kamu, Dr. Gretchen Frieling spesialis kulit merekomendasikan untuk menelepon sebelum kunjungan untuk mendapatkan wawasan tentang tindakan pencegahan yang mereka ambil untuk menjaga kesehatan kamu.

Paling tidak, salon harus membersihkan permukaan yang keras, mencuci jubah setiap habis digunakan pelanggan lain, dan memastikan staf mencuci tangan secara teratur. Frieling juga menyarankan untuk membawa alat sendiri. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply