Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, September 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Kesalahan Umum Pemimpin yang Menyebabkan Karyawan Resign

Dok. Vice

Topcareer.id – Kehilangan karyawan dapat memiliki efek drastis pada semangat tim dan produktivitas. Diperlukan rata-rata 24 hari untuk kembali mengisi pekerjaan, dan harus mengeluarkan biaya lagi.

Tidak hanya masalah internal antara anggota tim ataupun negosiasi kenaikan gaji maupun promosi yang gagal, salah satu hal yang membuat karyawan resign adalah cara atasan memimpin.

Mengutip Physicianleaders.org, berikut ini beberapa kesalahan kepemimpinan yang membantu menjelaskan mengapa karyawan bisa resign.

Menetapkan tujuan atau harapan yang tidak konsisten
Ketika karyawan dipaksa untuk memilih antara tugas untuk memenuhi harapan yang berubah-ubah, hasilnya adalah tim berisi orang-orang yang stres tanpa prioritas yang jelas.

Baca juga: 7 Kelakuan Pemimpin yang Bikin Karyawan Resign

Memiliki kendala dalam banyak proses
Kendala proses sering terjadi ketika kurangnya informasi atau sumber daya yang sering menghentikan karyawan dari melakukan pekerjaannya. Karyawan bisa serig merasa tidak berdaya dan frustrasi.

Menempatkan orang dalam peran yang salah
Jika karyawan diberikan deskripsi pekerjaan yangs sama sekali di luar keahliannya dan mereka dipaksa belajar dalam waktu singkat tanpa dukungan, karyawan akan mengalami tekanan hebat dan ketika tidak kuat mereka bisa memutuskan untuk resign. Bersikaplah transparan tentang peran karyawan yang direkrut dan apa yang mereka butuhkan. Jangan beri mereka tanggung jawab yang mereka tidak mungkin bisa penuhi.

Baca juga: Mengapa Karyawan Terbaik yang Duluan Resign?

Gagal menciptakan budaya aman secara psikologis
Menjadi pimpinan harus bisa menciptakan budaya dan suasana kerja yang aman dan nyaman. Jangan tertutup pada karyawan. Jika karyawan selalu disalahkan atas semua tindakan yang mereka lakukan dalam laporan setiap kali mengadakan meeting, tentu rasa aman mereka dalam bekerja akan terganggu secara psikologis. Mereka jadi takut untuk terbuka terhadap setiap masalah karena takut disalahkan. Puncaknya mereka bisa pergi karena merasa tertekan dan insecure.

Menciptakan lingkungan kerja yang terlalu nyaman
Tingkat tekanan yang moderat di tempat kerja adalah sehat untuk pertumbuhan karyawan. Jika karyawan tidak memiliki tekanan, mungkin mereka sehat secara mental, namun mereka akan mulai bertanya-tanya apakah pekerjaan mereka penting. Saat mereka merasa sudah tidak ada tantangan dan merasa tidak berkembang, tentu mereka akan berpikir untuk hengkang. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply