Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, September 23, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Buka Bisnis Kembali Setelah Pandemi? Ini Cara untuk Support Karyawanmu

Ilustrasi. (dok. Upserve)

Topcareer.id – Berencana kembali membuka bisnis dalam waktu dekat atau beberapa bulan mendatang bila pandemi usai? Kapanpun itu pebisnis harus menjaga karyawannya. Ada beragam persiapan jika bisnis ingin buka kembali setelah dipaksa ‘tidur’ oleh pandemi.

Neil Bradley, wakil presiden eksekutif dan kepala pejabat kebijakan di Kamar Dagang Amerika Serikat berbagi  saran dalam sebuah webinar langsung dan panel diskusi yang diselenggarakan oleh Inc.

Berikut cara pemilik bisnis yang bersiap untuk membuka kembali dapat mendukung karyawan mereka.

Baca juga: Covid-19 Selamanya Ubah Hubungan Perusahaan dan Karyawan. Ini 5 Normalitas Barunya

1. Pertahankan keterlibatan karyawan

Berkomunikasi secara teratur dengan karyawan akan membantu mereka mencapai titik awal ketika ingin membuka bisnis kembali, bahkan jika bisnismu tidak dibuka kembali dalam waktu dekat, menurut panelis Alissa Henriksen, co-presiden perusahaan merekrut Gray Search + Strategy.

“Kamu tidak bisa tertutup selama periode ini tidak peduli situasimu. Yang paling penting adalah komunikasi,” kata dia dalam laman Inc.

Dia menyarankan untuk mengirim buletin berkala, membuat klub buku, atau merekomendasikan sumber pelatihan online gratis yang dapat dimanfaatkan karyawan hingga mereka kembali bekerja.

Baca juga: Pengecekan Kesehatan Bakal Jadi Normalitas Baru di Kantor

2. Mengatasi masalah kesehatan secara individual

Jika karyawan yang mengandalkan tunjangan pengangguran mengatakan mereka tidak ingin kembali bekerja karena takut terkena virus corona, mereka tidak berhak untuk terus menerima asuransi pengangguran.

Baca juga: New Normal, Pramugari Tak Dibolehkan Lagi Lakukan Ini Meski Pandemi Usai

Namun ada beberapa pengecualian, seperti ketika pekerja merawat seseorang yang berada di bawah perintah karantina.

Kunci untuk menavigasi situasi ini adalah untuk mengatasi masalah setiap orang secara individu, menurut panelis Lenore Horton, mitra di firma hukum Fisher Broyles. Dia menyarankan agar mengatasi kekhawatiran masing-masing pekerja tentang kembali bekerja daripada sekadar merujuk mereka ke aturan hukum.

“Seharusnya ada upaya dari bisnis untuk mengatakan, ‘Inilah yang kami lakukan untuk membantumu tetap aman. Ada tindakan yang kami ambil.’ Kamu harus melihat apa yang dituntut oleh undang-undang dan kemudian melihat budaya perusahaan seperti apa yang kamu inginkan.” *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply