Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, September 21, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Mempelajari Bahasa Asing Tunda Proses Penuaan Otak

Dok. Videoblocks

Topcareer.id – Bagaimanapun, mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa universal sangat penting di zaman ini. Bahkan kalau perlu, fasihlah berbicara dalam beberapa bahasa.

Kabar baiknya, studi menemukan bahwa bilingualism bagus untuk otakmu. Para peneliti dari Universitas Teknologi dan Desain Singapura telah menemukan bahwa bilingualisme, atau kelancaran berbahasa kedua, dapat secara signifikan menunda proses penuaan otak.

Bukan hanya sekadar bisa “How are you?” saja ya, itu bukan kelancaran. Seseorang harus dapat berbicara dan berpikir jernih dan beribcara tegas dalam bahasa kedua, untuk menikmati manfaat ini.

Baca juga: Belajar Bahasa Asing, dari Mudah sampai Paling Sulit (Bagian 1)

Lebih khusus lagi, tim peneliti menemukan bahwa orang dewasa yang mampu menyeimbangkan dua bahasa dengan mulus, kemungkinan mampu mempertahankan kemampuan “kontrol eksekutif” mereka hingga usia tua.

Istilah kontrol eksekutif mengacu pada kemampuan seseorang untuk fokus, mengabaikan gangguan, melatih perencanaan motorik, mengingat informasi yang relevan, dan mengendalikan impuls.

Sampai sekarang, sebagian besar penelitian tentang efek bilingualisme pada kognisi tidak dapat disimpulkan. Itu kenapa, tim di SUTD memilih mengeksplorasi hubungan antara bilingualisme, kontrol eksekutif, dan penurunan kognitif di usia tua secara definitif.

Sekelompok orang dewasa tua yang sehat secara mental (usia 60-89) dari Singapura dikumpulkan untuk penelitian ini. Semua peserta fasih, sampai taraf tertentu, dalam bahasa Cina dan Inggris.

Para penulis penelitian percaya bahwa temuan mereka memeberi pandangan bahwa bilingualisme aktif dapat menjadi pilihan gaya hidup yang kuat dalam hal mempertahankan pikiran yang kuat dan sehat di usia tua.

Baca juga: Belajar Bahasa Asing, dari Mudah sampai Paling Sulit (Bagian 2)

Mempelajari bahasa baru memang tidak mudah. Tapi, jika ingin melakukannya, sepertinya pandemi global adalah waktu yang sempurna.

Editor: Feby Ferdian

Leave a Reply