Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, September 26, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Ini Golongan yang Tidak Seharusnya Memakai Masker

Masker untuk bayi yang baru lahir. (dok. Mashable)

Topcareer.id – Mengenakan masker di depan umum sangat dianjurkan oleh pemerintah di semua negara. Bahkan penelitian dari Hong Kong menyebut memakai masker dapat mengurangi penularan non-kontak virus corona hingga 75%. Namun, ada kelompok orang tertentu yang tidak boleh memakai masker.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan bahwa anak-anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya tidak menggunakan masker wajah.

“Penutup muka kain tidak boleh diletakkan pada anak-anak di bawah usia 2 tahun. Begitu juga siapapun yang mengalami kesulitan bernapas, atau tidak sadar, tidak mampu atau tidak dapat melepas masker tanpa bantuan,” tulis CDC dalam situs resminya.

Baca juga: Seberapa Sering Baiknya Mencuci Masker Kain?

Menurut CDC, orang yang berusia lebih dari 2 tahun di lingkungan publik diharuskan memakai masker wajah.  Masker wajah kain, tulis CDC, memberikan lapisan tambahan untuk membantu mencegah tetesan pernapasan melayang di udara dan ke orang lain.

Sementara menurut American Academy of Pediatrics (AAP), jika anak-anak masih bisa dijaga setidaknya 2 meter dari orang lain, dan tidak bersentuhan dengan permukaan yang bisa menjadi tempat virus, maka mereka tidak memerlukan masker.

“Misalnya, selama berjalan-jalan di luar, selama anak-anak dapat menjaga jarak sosial lebih dari 6 kaki dan tidak menyentuh meja, air mancur, peralatan bermain atau hal-hal lain yang mungkin disentuh orang yang terinfeksi, maka mereka tidak akan mendapatkan infeksi dan tidak perlu masker.”

Pendekatan terbaik adalah dengan menjaga mereka di rumah dan di ruang yang jauh dari orang lain dan permukaan umum.

Anak-anak dengan gejala demam atau pernapasan seperti batuk, hidung tersumbat, diare, atau muntah tidak boleh meninggalkan rumah.

“Anak-anak dengan gangguan kognitif atau pernapasan parah mungkin mengalami kesulitan mentoleransi masker wajah, jadi tindakan pencegahan khusus mungkin diperlukan untuk anak-anak ini. Seperti pemantauan dengan oksimeter denyut jika tersedia, atau menjaga jarak fisik yang lebih besar dari orang lain di luar rumah mereka,” tulis AAP dalam websitenya. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply