Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, July 11, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Uji Lab pada Hamster Membuktikan Pakai Masker Kurangi Penularan Virus Corona

Ilustrasi. (dok. Peta)

Topcareer.id – Menurut sebuah penelitian baru, tingkat penularan virus corona melalui tetesan pernapasan atau partikel di udara (droplet) turun sebanyak 75% ketika masker wajah digunakan.

Dirilis oleh departemen mikrobiologi Universitas Hong Kong, penelitian ini diterbitkan dalam jurnal medis Clinical Infectious Diseases.

Hamster dipilih sebagai hewan uji karena mereka memiliki reseptor enzim yang sangat mirip dengan manusia, salah satu peneliti studi dan ahli mikrobiologi terkemuka Dr. Yuen Kwok-yung melakukan penelitian ini.

Baca juga: Awas! Partikel Virus Corona dari Droplet Saat Bicara Bertahan 14 Menit di Udara

Hamster dimasukkan ke dalam dua kandang terpisah, dengan satu kelompok hamster terinfeksi virus dan yang lainnya sehat. Kemudian, tiga “skenario” yang berbeda dibuat oleh para peneliti, penghalang masker ditempatkan di atas kandang yang menampung hamster yang terinfeksi, masker yang menutupi hamster yang sehat, dan kandang tanpa pelindung masker sama sekali.

Ada kipas di antara kandang yang memungkinkan partikel untuk ditransmisikan di antara hamster. Menurut penelitian, kandang tanpa hambatan masker sama sekali mengakibatkan 2/3 dari hamster yang sehat atau 66,7% terinfeksi virus dalam waktu seminggu.

Tetapi ketika masker ditempatkan di atas kandang dengan hamster yang terinfeksi, tingkat infeksi turun menjadi 16,7%. Ketika penghalang masker digunakan untuk menutupi kandang hamster yang sehat, tingkat infeksi naik hingga 33%.

Hamster yang masih terinfeksi meskipun memiliki penghalang masker juga memiliki lebih sedikit virus dalam tubuh mereka dibandingkan dengan yang terinfeksi tanpa masker sama sekali, menurut para peneliti.

Baca juga: Hindari 5 Kesalahan Saat Menggunakan Masker

Studi ini muncul setelah perdebatan sengit antara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan badan-badan pemerintah setempat tentang efektivitas masker wajah di luar pengaturan medis.

“Dalam percobaan hamster kami, terlihat sangat jelas bahwa jika hamster atau manusia yang terinfeksi terutama yang asimptomatik atau simtomatik mengenakan masker, mereka sebenarnya melindungi orang lain. Itu hasil terkuat yang kami tunjukkan di sini,” kata Yuen.

“Penularan dapat dikurangi 50 (poin persentase) ketika masker bedah digunakan, terutama ketika masker dikenakan oleh orang yang terinfeksi,” katanya.

Menurut Yuen, hingga kini, belum ada yang memiliki vaksin yang aman dan efektif untuk mengatasi virus corona. Yang paling praktis adalah tindakan physical distancing atau menjaga jarak dan menggunakan masker. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply