Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, September 21, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Perusahaan Minyak BP Pangkas 10.000 Karyawan

BP (dok. CityAm)

Topcareer.id – Salah satu perusahaan minyak bumi terbesar di dunia, BP (dulu British Petroleum), mengumumkan rencana untuk memangkas 10.000 pekerjanya menyusul penurunan permintaan minyak global karena krisis virus corona.

Raksasa minyak itu telah menghentikan redudansi selama puncak pandemi, tetapi mengatakan kepada staf pada Senin (8/6/2020) bahwa sekitar 15% harus meninggalkan kantor pada akhir tahun.

Perusahaan mengatakan pada bulan Februari bahwa mereka akan menata kembali bisnisnya untuk mencapai nol emisi bersih pada tahun 2050 atau lebih cepat.

BP belum mengatakan berapa banyak pekerjaan yang akan hilang di Inggris, tetapi diperkirakan jumlahnya bisa mendekati 2.000. Kepala eksekutif Bernard Looney menyalahkan penurunan harga minyak untuk pemotongan karyawan ini.

Baca juga: OPEC+ Sepakat Memperpanjang Rekor Penurunan Produsi Minyak

“Harga minyak telah jatuh jauh di bawah level yang kita butuhkan untuk mendapatkan keuntungan. Kami menghabiskan banyak, lebih banyak dari yang kami hasilkan, saya berbicara jutaan dolar, setiap hari,” kata Looney, dikutip dari laman BBC.

Negara-negara di seluruh dunia telah memerintahkan orang untuk tetap tinggal di dalam rumah dan tidak bepergian, yang telah menyebabkan penurunan permintaan minyak.

Akibatnya, harga minyak turun menjadi kurang dari USD20 per barel di puncak krisis, kurang dari sepertiga dari USD66 pada awal tahun. Sejak itu sebagian telah pulih menjadi sekitar USD42 per barel.

Baca juga: Kacau, Harga Minyak Ditutup di Bawah Angka Nol, Pertama Kali dalam Sejarah

Krisis tersebut lantas mengambil korban para tenaga kerja industri, memicu peringatan bahwa 30.000 pekerjaan di Inggris bisa hilang sebagai akibat dari krisis.

BP mempekerjakan sekitar 15.000 orang di Inggris. Pekerja berbasis kantor perusahaan diharapkan menanggung beban redudansi, yang tidak akan memengaruhi staf ritelnya.

“Itu selalu menjadi bagian dari rencana untuk menjadikan BP perusahaan yang lebih ramping, bergerak lebih cepat, dan lebih rendah karbon,” Looney mengatakan dalam emailnya kepada staf.

BP juga mengumumkan bahwa para pemimpin senior tidak akan mendapatkan kenaikan gaji hingga Maret 2021. Perusahaan menambahkan bahwa sangat tidak mungkin untuk membayar bonus tunai untuk tahun 2020.

Sejauh ini, BP telah menolak tekanan untuk memotong pembayaran kepada pemegang saham, meskipun ada peningkatan USD6 miliar dalam utang bersih pada kuartal pertama. Dewan mengatakan akan mempertimbangkan kembali apakah akan mampu membayar dividen setiap triwulan. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply