Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, September 24, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Makan Melulu, Tapi Tak Gemuk? Mungkin Kamu Punya Gen Kurus

Unhealthy snack at work time. Compulsive indulgence, overeating, stress, high calorie, fattening junk food, weight gain. Woman eating cookies at workplace

Topcareer.id – Saat beberapa orang sibuk nge-gym dan berpegang teguh pada diet ketat untuk tetap kurus, yang lain dapat tetap langsing dengan mudah walau apa pun yang mereka makan.

Tapi sekarang para ilmuwan telah mengidentifikasi rahasia mereka – “gen kurus” yang mungkin bisa berperan dalam melawan kenaikan berat badan di masa depan.

Para ilmuwan mengatakan gen ini berpotensi untuk dimanipulasi dan membuka jalan bagi perawatan obesitas baru. Mereka membuat penemuan sambil menganalisis database genetik lebih dari 47.000 orang Estonia berusia 20 hingga 44 tahun untuk mengidentifikasi gen yang diyakini sebagai kunci dalam menjaga agar orang selalu sehat secara metabolisme namun tetap kurus.

Baca juga: Obesitas Hambat Produktivitas Karyawan

Dan mereka menemukan bahwa mereka yang sehat dan kurus cenderung memiliki varian gen ALK tertentu. “Kita semua tahu orang-orang jenis ini, hanya ada sekitar satu persen dari keseluruhan populasi,” kata Josef Penninger, profesor departemen genetika medis di University of British Columbia, yang memimpin penelitian.

Mereka bisa makan apa pun yang mereka inginkan. Mereka tidak melakukan squat sepanjang waktu dan mereka tidak menambah berat badan sama sekali.

Semua orang mempelajari obesitas dan genetika obesitas, namun para ilmuwan ini berpikir, ‘Mari kita berbalik dan memulai bidang penelitian baru. Ayo pelajari tentang kekurusan.’

Prof Penninger menemukan bahwa gen ALK berperan dalam sel-sel saraf di wilayah hipotalamus otak, yang membantu mengatur nafsu makan. Ini, pada gilirannya, tampaknya mempengaruhi bagian dari sistem saraf simpatik dan mengakibatkan perubahan dalam cara penyimpanan lemak yang digunakan di tempat lain dalam tubuh.

Baca juga: Kerja dari Rumah Bikin Gemuk? Ini Penjelasannya

Saat ini ada permintaan tinggi untuk terapi baru dalam mengatasi obesitas, terutama setelah obesitas menggandakan risiko yang membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit akibat terpapar virus corona.

Profesor Penninger percaya ALK suatu hari nanti bisa ditargetkan dengan obat-obatan untuk memberi orang kesempatan lebih baik untuk tetap memiliki berat badan yang sehat.

Baca juga: Ngantor Bisa Bikin Gemuk

Gen juga telah terbukti berperan dalam kanker dan senyawa telah dikembangkan untuk meredam aktivitasnya. “Adalah realistis bahwa kita dapat mematikan ALK dan mengurangi fungsi ALK untuk melihat apakah kita tetap kurus,” tulisnya dalam makalahnya, yang diterbitkan dalam jurnal Cell.

“Inhibitor ALK sudah digunakan dalam perawatan kanker. Ini dapat ditargetkan. Kita mungkin bisa menghambat ALK, dan kita sebenarnya akan mencoba melakukan ini di masa depan,” kata Penninger

Meskipun demikian, peneliti lain memperingatkan bahwa bermain-main dengan ALK dapat memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Langkah selanjutnya adalah melakukan apa yang oleh para ilmuwan disebut sebagai ‘meta-analisis’ yang akan melibatkan pengumpulan data dari bank data lain. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply