Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juni 15, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Tempat Duduk Terburuk dan Terbaik di Pesawat Selama Masa Pandemi

Ilustrasi. (dok. BBC)

Topcareer.id – Perusahaan maskapai penerbangan berusaha melakukan segala hal untuk membuat penumpang aman dan tetap sehat ketika transportasi udara dibuka kembali untuk setiap orang. Tapi, beberapa hal mungkin di luar kendali, seperti menjaga jarak enam kaki dan di mana tempat duduk yang aman.

Meskipun duduk di kursi lorong (posisi kursi dekat dengan lorong jalan umum) terdengar seperti langkah yang cerdas, selama pandemi itu sebenarnya adalah tempat terburuk untuk duduk.

Menurut sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences yang melihat perilaku, gerakan, dan transmisi penyakit pernapasan yang ditularkan tetesan selama penerbangan maskapai penerbangan lintas benua, kursi di lorong adalah hal yang terburuk.

Penelitian ini dilakukan oleh tim yang mengambil 10 penerbangan antara 3,5 dan 5 jam, terutama pada pesawat Boeing 757, dari Atlanta ke lima tujuan di wilayah pantai barat AS, seperti dikutip dari laman The Ladders.

Baca juga: Ini 10 Kebiasaan Baru Penumpang Pesawat di Masa New Normal

Karena kamu duduk di lorong, kamu cenderung bergerak lebih banyak. Delapan puluh persen penumpang di kursi lorong bergerak selama penerbangan, sementara itu hanya 60% untuk orang-orang di kursi tengah dan 40% untuk orang-orang di kursi jendela.

Karena banyak maskapai penerbangan tidak menjual kursi tengah dan mereka mungkin bahkan tidak ada (atau akan terlihat sangat berbeda), yang kamu ingin pilih adalah kursi jendela.

Rata-rata penumpang kursi jendela memiliki 12 kontak per penerbangan dibandingkan dengan pengguna kursi tengah (58) dan kursi lorong (64).

Untungnya risiko penularan pada penerbangan cukup rendah (kecuali jika kamu duduk di baris yang sama dengan seseorang yang memiliki Covid-19) tetapi jika pramugari memiliki infeksi maka risikonya naik karena mereka bergerak sangat banyak dan terutama di lorong. *

Editor: Ade Irwansyah

Tinggalkan Balasan