Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, July 8, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

8 Hal yang Harus Kamu Perhatikan untuk Menjadi Copywriter

Ilustrasi Copywriter. (dok. careerprofiles)

Topcareer.id – Di zaman serba digital seperti sekarang, pekerjaan sebagai copywriter sudah cukup familier. Banyak perusahaan baik startup maupun industri lain memerlukan pekerja dengan keahlian copywriting.

Berbeda dengan UX writing, copywriting merupakan profesi menulis teks yang memiliki tujuan untuk mempromosikan atau juga memasarkan produk maupun jasa yang ada dari klien/perusahaan di tempat ia bekerja. Sedangkan UX writing lebih kepada menciptakan pengalaman pengguna yang menyenangkan.

Copywriter merupakan pekerjaan penuh waktu dan juga bisa dijadikan sebagai pekerjaan sampingan atau paruh waktu. Pekerjaan ini cukup populer di era digital seperti sekarang.

Baca Juga: Cara Menjadi UX Writer Handal Yang Bisa Kamu Coba

Mengutip The Guardian, jika kamu ingin maju di bidang copywriter, kamu bisa coba ikuti langkah ini agar kamu bisa lebih menguasai dunia copywriter.

1. Kenali lanskapnya

Selama dekade terakhir telah terjadi lonjakan konten online, menciptakan permintaan copywriter yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini sebagian besar didorong oleh kebutuhan untuk optimasi mesin pencari (SEO). Copywriter yang ditulis dengan baik tidak hanya memberikan kepercayaan kepada pelanggan potensial untuk membeli layanan atau produk, tetapi juga membantu bisnis menarik browser ke situs web mereka karena situs web tersebut berada di peringkat yang lebih tinggi dalam peringkat pencarian Google.

2. Cari tahu jenis copywriter yang kamu inginkan

Ada permintaan yang jauh lebih besar untuk editor web, copywriter SEO, manajer konten dan peran konten online lainnya. Pastikan kamu memahami apa saja yang terlibat dalam peran yang kamu inginkan dan tingkatkan kemampuanmu sesuai dengan pilihanmu.

3. Memiliki harapan yang realistis

Berpikirlah realistis saat kamu baru memulai karier sebagai copywriter. Kamu harus menghasilkan konten dalam jumlah besar dengan cepat, akurat, dan mungkin dengan bayaran rendah, terutama di awal kariermu. Manfaatkan pengalamanmu untuk membangun portofolio. Blog kamu sendiri juga bisa menjadi cara yang baik untuk menunjukkan keahlian.

4. Gunakan media sosial untuk membangun hubungan

Follow media sosial perusahaan tempat kamu ingin bekerja (twitter, linkedin, facebook, instagram). Jika kamu dapat membangun hubungan dengan seseorang melalui media sosial, maka itu lebih baik tetapi jangan melewati batas. Twitter juga merupakan tempat yang tepat untuk menemukan lowongan copywriter baru.

Baca juga: Apapun Bidangmu, Ini Alasan Kenapa Kamu Wajib Belajar Coding

5. Jangan terlalu over menjual diri

Ketika seorang kandidat menawarkan diri mereka sebagai copywriter, marketer, guru media sosial, pakar google, dan lain-lain, tetapi mereka terlalu membesar-besarkan tentang universitasnya yang terkenal, perusahaan bisa berasumsi bahwa mereka tidak mungkin menjadi ahli dalam hal copywriter. Fokuskan CV pada keterampilan dan pengalaman copywriter.

6. Jangan membuat kesalahan ejaan atau tata bahasa

Jika kamu melamar pekerjaan sebagai copywriter, pastikan kamu telah memeriksa aplikasi untuk kesalahan ketik dan tata bahasa dasar. Baca dengan keras dan mintalah orang lain membacanya sebelum kamu mengirimkannya.

7. Bersiaplah untuk tes copywriter
Perusahaan sering meminta kandidat membuat sampel copywriter untuk menunjukkan keterampilan mereka. Kecepatan dan keandalan sama pentingnya dengan bakat menulis. Tes tersebut untuk menilai komitmen dan kemampuan dalam menanggapi tenggat waktu. Jadi jangan pernah tersinggung jika perusahaan yang kamu lamar memintamu untuk menulis sesuatu secara gratis. Itu praktik standar, dan tentu saja dengan alasan kuat.

8. Spesialisasi diri
Ada banyak copywriter yang ingin menulis tentang “hal-hal menyenangkan” seperti musik, film, fashion, perjalanan dan makanan. Ada juga sedikit penulis dengan keahlian dan pengalaman dalam industri seperti asuransi, keuangan, telekomunikasi dan hukum. Dengan mengkhususkan diri dalam industri ini, kamu dapat membuka lebih banyak peluang untuk diri sendiri. * (RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply