Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, April 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Survei: Terkurung karena Pandemi Bikin Orang Lebih Banyak Ngemil

Ilustrasi. (dok. AdobeStock)

Topcareer.id – Terkurung dalam ketidakpastian selama pandemi Covid-19, banyak orang yang mengalihkannya dengan makan makanan enak favorit mereka. Dengan begitu meningkatkan penjualan produk-produk seperti kopi instan, biskuit, dan cokelat.

Menurut sebuah survei oleh FMCG Gurus, sebuah perusahaan riset untuk barang-barang konsumen yang bergerak cepat, setengah dari 23.000 konsumen yang disurvei di 18 negara mengatakan mereka mengemil lebih banyak di bulan Mei, naik dari 38% di bulan April.

Dalam laporan itu menyebut, sekitar 60% dari mereka yang disurvei mengatakan mereka membeli lebih banyak makanan enak, termasuk permen.

“Ketika berbicara tentang ngemil lebih sering, kebutuhan akan pelarian dari tekanan kehidupan sehari-hari adalah alasan utama untuk melakukannya,” kata FMCG Gurus dalam laporan survei mereka, dikutip dari laman CNBC.

Baca juga: Yuk, Ngemil di Malam Hari! Ini Camilan yang Aman Kamu Santap

Secara global, laporan dan data menunjukkan bahwa semakin banyak orang beralih ke makanan ringan karena mereka menghabiskan lebih banyak waktu di rumah selama penguncian.

“Kami telah mewawancarai konsumen di seluruh dunia dan kami dapat mengatakan bahwa jelas ada peningkatan camilan,” Dirk Van de Put, CEO raksasa makanan Mondelez, mengatakan selama briefing hasil kuartal pertama perusahaan pada akhir April.

Ia menambahkan, konsumen mencari momen kenyamanan yang ditawarkan oleh biskuit dan cokelat dalam keadaan yang penuh tekanan hari ini, ada momentum kuat dalam kategori-kategori itu. Ngemil dengan anggota keluarga juga mengembalikan perasaan kebersamaan yang menenangkan semua orang.

‘Snackification’ di Asia

Data yang difokuskan pada wilayah Asia menunjukkan pola yang sama. Di China dan Asia Tenggara, penguncian menghasilkan “Snackification” makanan, menurut Ai Palette, perusahaan teknologi pangan yang menganalisis obrolan bahasa lokal secara online dari Januari hingga April.

“Ngemil di malam hari dan waktu tidak teratur lainnya melonjak karena konsumen berjuang untuk tetap pada rutinitas sehari-hari mereka yang biasa sambil menghabiskan seluruh waktu mereka di rumah,” kata Somsubhra GanChoudhuri, salah satu pendiri dan CEO Ai Palette.

Baca juga: Mengurangi Makanan Manis Bisa Perkecil Risiko Terkena Corona

Data dari Ai Palette menemukan bahwa permintaan konsumen China untuk kue melonjak 66% tahun-ke-tahun dari Januari hingga April, sementara es krim melonjak 51% per tahun pada periode yang sama. Beberapa di antaranya dibuat di rumah, jika orang tidak bisa keluar untuk membelinya.

Cookies dan cakes adalah barang paling populer di Indonesia, sedangkan crackers berkuasa di Filipina. Kue dan keripik laris manis di Thailand. *

Editor: Ade Irwansyah

Tinggalkan Balasan