Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, August 7, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Banyak yang Bandel Naik Kereta Balik, Gerbong Wajib Kosong di Stasiun Akhir

Penumpukan penumpang Commuterline di stasiun, Senin (23/3/2020). (dok. Viva.co.id)

Topcareer.id – Mulai dibukanya berbagai sektor perekonomian, termasuk perkantoran pada masa PSBB Transisi ini ikut berdampak terhadap jumlah pengguna KRL.

Hal ini membuat antrean panjang di beberapa stasiun, terutama pada jam sibuk akibat adanya penyekatan dan pengurangan kapasitas hingga 50% dari yang seharusnya.

Tak ayal, dengan aturan baru ini banyak pernumpang KRL yang sampai ke tempat tujuan lebih lama dari biasanya.

Bahkan pengamatan dari petugas, banyak warga yang mengakali dengan naik KRL ke stasiun-stasiun yang menjadi titik pemberangkatan, meskipun stasiun tujuannya berada di arah sebaliknya.

Baca juga: Penumpang KRL Melonjak, Bus Gratis Jadi Alternatif

Mereka naik KRL ke arah yang sesungguhnya berlawanan–kerap disebut Kereta Balik–dengan stasiun tujuannya agar dapat naik kereta dengan cepat tanpa harus mengikuti penyekatan dan antrean pengguna di stasiun.

Sebagai contoh, pada pagi hari sejumlah orang dengan tujuan akhir Stasiun Gondangdia naik dari Stasiun Cilebut. Namun bukannya menunggu kereta di peron arah ke Jakarta-Kota, mereka menunggu kereta di peron arah ke Bogor yang tidak ada penyekatan karena memang arah tersebut berlawanan dengan pola pergerakan mayoritas penumpang pada jam sibuk.

Mereka kemudian menaiki kereta arah ke Bogor yang memang kosong. Sesampainya di Stasiun Bogor, mereka tetap duduk, tidak turun dari kereta dan langsung menunggu kereta berangkat kembali ke arah Jakarta Kota.

Baca juga: Senin Pertama New Normal: Antre Masuk Stasiun KRL, Abai Physical Distancing

Tindakan tidak bertanggungjawab semacam inilah yang menjadi penyebab ribuan orang harus mengantre lebih lama di stasiun akhir. Terutama orang yang akan masuk di Stasiun Bogor.

Berdasarkan hasil evaluasi ini, PT KCI meminta petugas pengamanan menyisir kereta dan akan meminta seluruh pengguna yang ada untuk turun dan mengosongkan kereta sebelum diisi pengguna yang telah menunggu di peron.

PT KCI juga meminta jika para pengguna tersebut ingin kembali menggunakan KRL harus melakukan tap out di gate elektronik stasiun kemudian mengantre kembali dari titik awal antrean di stasiun pemberangkatan.

Hal ini agar mereka yang hendak menyiasati antrean dapat diedukasi dan tidak coba-coba lagi melakukan hal serupa. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply