Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, September 29, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Awas! Penyakit Ini Kini Menyerang Usia Muda

Sumber foto: Medical News Today

Topcareer.id – Selain virus corona, ternyata Penyakit Tidak Menular (PTM) di klaim menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Korbannya banyak yang berusia muda.

Selain mengakibatkan ratusanya nyawa menghilang, PTM ini sendiri mengalami pergeseran pola penyakit. Dulu, penyakit jenis ini biasanya dialami oleh kelompok lanjut usia, namun kini mulai mengancam kelompok usia produktif.

“Apabila tren PTM usia muda naik, maka upaya Indonesia untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas menuju Indonesia maju pada 2045 mendatang, sulit tercapai,” kata Direktur Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan, Cut Putri Ariane di Graha BNPB, Jakarta (4/7/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Cut membeberkan masih tingginya prevalensi PTM di Indonesia, salah satunya disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat.

Baca juga: Terlalu Lama Menahan Emosi Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan dan Penyakit Mental

“Dari data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan 95,5% masyarakat Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah. Kemudian 33,5% masyarakat kurang aktivitas fisik, 29,3% masyarakat usia produktif merokok setiap hari, 31% mengalami obesitas sentral serta 21,8% terjadi obesitas pada dewasa,” jelasnya.

Oleh karea itu, Cut menekankan pentingnya perubahan gaya hidup yang harus dilakukan sedini mungkin sebagai investasi kesehatan dimasa depan.

Baca juga: Berlebihan Makanan Kaya Protein Berisiko Terkena Penyakit Jantung

“Jangan lupa deteksi dini, untuk orang sehat merasa dirinya tidak memiliki keluhan, belum tentu tetap sehat, lakukan skrining minimal 6 bulan sampai 1 tahun sekali. Agar tahu kondisi badannya, agar semakin mudah diobati sehingga tidak terlambat,” terangnya.

Perlu diketahui, PTM merupakan penyakit katastropik dengan penyebab kematian tertinggi di Indonesia yang mengakitbatkan hilangnya hari produktif bagi penderita dan pendamping. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply