Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, September 19, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Vietnam Buka Hotel Berlapis Emas Pertama Di Dunia

Sumber foto: idiva.com

Topcareer.id – Sebuah hotel bintang lima di ibukota Vietnam, Hanoi, telah dibuka dengan sentuhan yang diharapkan akan menarik perhatian para tamu dengan selera yang super mewah.

Hotel ini tampi megah dengan hampir semua bagiannya yang dilapisi emas, termasuk bak mandi, wastafel, toilet, hingga cangkir kopi.

Dolce Hanoi Golden Lake Hotel, telah melakukan upaya ekstra untuk membawa pengunjung kembali ke Vietnam, setelah sektor pariwisata perlahan-lahan dibuka kembali usai lockdown selama tiga bulan akibat pandemi.

Baca juga: Usai Pandemi, Hotel akan Adopsi Teknologi Layanan Tanpa Kontak

Dari luar, hotel yang dimiliki oleh Hoa Binh Group dan dikelola oleh Wyndham Hotels & Resorts Inc ini nampak sangat kontras dengan bangunan-bangunan di sekitarnya.

“Saat ini, belum ada hotel lain di dunia yang seperti ini,” kata Nguyen Huu Duong, pemilik saham mayoritas dan ketua Hoa Binh Group.

Harga untuk menginap di sini cukup masuk akal, mulai dari USD 250 per malam. Hotel ini berada di tingkat harga yang sama dengan saingan akomodasi mewah di kota tersebut.

“Hotel itu telah mengubah pikiran saya tentang kemewahan apa yang bisa disajikan. Hotel mewah lainnya biasanya menggunakan marmer sebagai ubin, tetapi di sini semuanya berlapis emas hingga ke wastafel,” kata Luong Van Thuan (62), yang juga pemilik hotel.

Baca juga: Hotel Mewah Pertama Di Luar Angkasa Segera Dibuka

Nguyen Huu Duong mengatakan, jika bukan karena pandemi, hotel ini kemungkinan sudah penuh dipesan oleh tamu internasional.

Sekitar satu ton emas digunakan untuk melapisi hotel, kata Duong, seorang veteran Perang Vietnam dan mantan sopir taksi cyclo yang mengumpulkan kekayaannya dalam bidang konstruksi dan properti.

Kini, dia sedang merencanakan proyek berlapis emas lagi di Kota Ho Chi Minh dan sebuah resor di Vietnam tengah.

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply