Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, November 26, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

1.262 Orang Positif Virus Corona, Secapa AD Bandung Dikarantina

Secapa TNI AD di Bandung, Jawa Barat. (dok. Bisnis.com)

Topcareer.id – Sebanyak 1.262 orang dari Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD) di Kota Bandung, Jawa Barat dilaporkan positif terjangkit virus corona.

Hal ini disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto pada Kamis (9/7). Kompleks Secapa TNI AD yang berada di kawasan Hegarmanah, Bandung itu pun telah dikarantina. Institusi pendidikan negara itu pun menjadi klaster penularan Covid-19 yang baru di wilayah Jabar.

Yurianto juga menginformasikan bahwa dari 1.262 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu terdiri dari peserta didik dan beberapa tenaga pelatih.

Ada 17 orang dari total jumlah tersbut yang diisolasi di rumah sakit karena mengalami keluhan demam dan batuk. Sedangkan sisanya sebanyak 1.245 orang tanpa keluhan apapun semuanya dikarantina dalam wilayah pendidikan Secapa Bandung.

Baca juga: Hati-hati, Penyakit Ini Sama Berbahaya dengan Covid-19

Walaupun kabar ini cukup menggemparkan namun masyarakat diimbau untuk tidak khawatir. Proses karantina telah dilakukan secara ketat dan orang dilarang untuk keluar dan masuk area yang dikarantina tersebut.

Proses pemantauan karantina dilakukan dengan bantuan dari unsur kesehatan Kodam III/Siliwangi, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dan Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat pun terus berkoordinasi dengan pihak TNI AD dalam penanganan klaster Sekolah Calon Perwira (Secapa). Penanganan berupa pelacakan kontak hingga tes masif juga dilakukan secara internal oleh pihak terkait.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya mengumumkan klaster baru COVID-19 di dua zona, yaitu klaster industri di pabrik Unilever Bekasi dan institusi pendidikan kenegaraan Secapa TNI AD. Sekarang dua klaster tersebut menjadi perhatian serius pemerintah provinsi Jabar. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply