Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, August 6, 2020
redaksi@topcareer.id
Sekolah

Jadi Klaster Corona, Yuk Mengenal Pendidikan Secapa AD

SEkolah Secapa AD. (dok. Pikiran rakyat)

Topcareer.id – Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) jadi pemberitaan seiring sekolah itu jadi klaster baru penyebaran virus corona. Tapi tahukah kamu apa itu Secapa AD?

Sekolah militer yang bertempat di kawasan Hegarmanah, Bandung, Jawa Barat adalah sebuah lembaga pendidikan militer dalam TNI-AD untuk membentuk bintara-bintara terpilih menjadi Perwira yang handal.

Secapa direkrut dari prajurit terpilih berpangkat Sersan Kepala – Sersan Mayor – Pembantu Letnan Dua yang ada di jajaran TNI Angkatan Darat.

Setelah selesai mengikuti pendidikan Secapa, mereka akan dilantik menjadi Perwira dengan pangkat Letnan Dua. Secapa AD berada di bawah jajaran Kodiklat TNI AD.

Baca juga: 1.262 Orang Positif Virus Corona, Secapa AD Bandung Dikarantina

Didirikan sebagai wadah pembentukan Perwira-Perwira TNI AD disamping AKMIL, yang pada awalnya bernama Pendidikan Calon Perwira (Capa) dan dilaksanakan oleh masing-masing cabang.

Hal tersebut menimbulkan divergensi antar cabang yang secara langsung memengaruhi hasil lulusan yang kurang terpadu. Atas prakarsa Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Umar Wirahadikusumah, maka pada 8 Januari 1972 Pendidikan Capa dilaksanakan secara terpusat (satu atap) dengan Komandan Secapa AD yang pertama dijabat oleh Kolonel Inf. S.Banoearli.

Pendidikan di Secapa AD berkedudukan langsung di bawah Kasad memberikan Pendidikan Pembentukan Dasar Keperwiraan bagi para calon poerwira dalam rangka mendukung tugas pokok Angkatan Darat.

Sekolah Secapa AD bertujuan mendidik para Bintara untuk meningkatkan kemampuan agar memiliki keunggulan moral, penguasaan ilmu pengetahuan, dan kemampuan jasmani yang prima.

Mereka semua juga ditempa untuk mewujudkan komponen pendidikan yang lengkap dan bermutu sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan juga pelaksanaan bimbingan serta pengasuhan yang terukur sesuai karakter perwira “Budhi Bhakti Wira Utama”. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply