Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, September 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Bosmu Mungkin Jadi Penyebab Utama Masalah Kesehatan Ini

Ilustrasi (Dok. Six Seconds)

Topcareer.id – Bos beracun dapat membuat kehidupan pekerja menjadi mimpi buruk yang nyata. Mereka dapat membahayakanmu di rumah di mana hubungan pribadi dengan orang lain dapat terpengaruh, dan menurut sebuah studi baru, itu mengganggu caramu dalam tidur.

Lupakan mimpi tentang Covid-19 atau gangguan lain dalam tidur. Para peneliti dari Oregon Health and Science University menemukan bahwa karyawan yang mendapatkan tidur yang lebih baik juga berkinerja lebih baik di tempat kerja.

Dikutip dari The Ladders, Marjanna Sianoja dan rekannya memimpin penelitian, yang diterbitkan baru-baru ini di Journal of Occupational Health Psychology, di mana mereka mengidentifikasi dua kebijakan yang mungkin dihadapi pekerja di kantor yang dapat menyebabkan kurang tidur.

Baca juga: Ingin Jalin Hubungan Asmara dengan Bos di Kantor? Ingatlah Selalu Hal Ini (Bagian 1) dan Ingin Jalin Hubungan Asmara dengan Bos di Kantor? Ingatlah Selalu Hal Ini (Bagian 2)

Menurut Susan Krauss Whitbourne, Ph.D. menunjukkan dalam karyanya untuk Psychology Today, keterlibatan yang pertama adalah bos yang senang menunjukkan kebiasaan kurang tidur dalam semalam yang efeknya pada kesehatan.

“Jenis kepemimpinan ini memberikan contoh buruk bagi karyawan dengan menurunkan nilai tidur hygine sebagai kontributor kesehatan dan kinerja secara keseluruhan,” tulis Whitbourne.

Seperti yang dia katakan, ini menjadi preseden dalam perusahaan dan menunjukkan tanda kepemimpinan yang buruk karena tidak hanya menciptakan rasa bersalah dalam diri seorang karyawan, tetapi juga menunjukkan bagaimana kesehatan yang tidak penting bagi sebuah perusahaan.

Rata-rata, orang harus tidur setidaknya tujuh jam semalam, tetapi jika bos mengorbankan untuk produksi lebih banyak, di manakah keseimbangan “kehidupan-kerja” yang sehat?

Keseimbangan kehidupan-kerja juga merupakan contoh buruk kedua. Lingkungan kerja yang beracun dan atasan yang mendesak untuk produksi lebih banyak biasanya membuat pekerja dituntut siap bekerja setiap saat tidak peduli kapan shift mereka berakhir.

Baca juga: Enam Kalimat yang Bikin Bos Hilang Respek pada Karyawan

Penelitian itu sendiri mengamati 180 pekerja dan 91 pengawas di Garda Nasional Angkatan Darat di barat laut AS. Sebagian besar pekerja diharuskan menghadiri latihan pada akhir pekan, yang berarti mereka masih aktif.

Temuan ini menemukan bahwa karyawan yang memiliki perasaan lebih kuat terhadap atasan mereka sebenarnya tidur lebih sedikit, yang menurut peneliti dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak diukur dalam penelitian ini.

Baca juga: Karyawan Ini Tuntut Perusahaan Rp 581 Juta Karena Membuatnya Bosan

“Lingkungan kerja yang beracun, sebagaimana diwakili oleh bos yang tidak simpatik terhadap tekanan yang dirasakan karyawan karena kewajiban tidak bekerja, karenanya dapat mengganggu seberapa baik kamu dapat mempertahankan waktu tidur yang teratur,” jelas Whitbourne.

“Karyawan yang merasa bos mereka memberikan contoh tidur baik dan nyenyak, kecil kemungkinan merasa lelah di siang hari.”

Ketika kamu berpikir tentang lingkungan kerja yang beracun, kamu mungkin tidak akan mengidentifikasi cara bosmu berbicara tentang tidur sebagai komponen kunci. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply