Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, September 21, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Anjing yang Terlatih Bisa Deteksi Infeksi Covid-19 dengan Akurasi 94%

Dok. Parade

Topcareer.id – Sering kita temui anjing dijadikan alat untuk mendeteksi keberadaan seseorang atau benda lewat penciumannya yang tajam. Anjing memiliki reseptor bau hingga 10.000 kali lebih kuat dan akurat daripada manusia.

Hal itu juga yang memungkinkan anjing terlatih tertentu untuk mengendus penyakit seperti kanker, malaria, dan infeksi virus. Sekarang, menurut peneliti Jerman, yang dikutip dari laman CNBC, anjing yang terlatih dapat mengendus infeksi virus corona

Sebuah studi baru, yang diujicobakan oleh Universitas Kedokteran Hewan Hannover, Sekolah Kedokteran Hannover dan Angkatan Bersenjata Jerman menemukan bahwa, jika dilatih dengan benar, anjing dapat membedakan antara sampel air liur manusia yang terinfeksi dengan SARS-CoV-2 dan yang tidak terinfeksi, dengan tingkat keberhasilan 94% secara keseluruhan.

Baca Juga: Rindu Pemilik Lama, Anjing Ini Tempuh 96 Km untuk Pulang

Harapannya adalah metode deteksi ini suatu hari nanti dapat digunakan di area publik seperti bandara, acara olahraga dan pertemuan massa lainnya (selain untuk pengujian laboratorium), demi membantu mencegah wabah Covid-19 di masa depan, menurut para peneliti.

Untuk melakukan penelitian, para peneliti melatih delapan anjing dari Angkatan Bersenjata Jerman selama satu minggu. Anjing-anjing yang terlatih mengendus air liur lebih dari 1.000 orang yang sehat atau terinfeksi virus.

Sampel yang terinfeksi Covid-19 didistribusikan secara acak, dan para penangan anjing maupun para peneliti di situs, tidak tahu mana yang positif.

Baca Juga: Tips Survive Hadapi Serangan Anjing Buas

Dalam video YouTube tentang proyek tersebut, Maren von Koeckritz-Blickwede, seorang profesor di universitas, yang melakukan penelitian ini, mengatakan mereka berpikir anjing dapat melakukan ini karena proses metabolisme orang yang terinfeksi “benar-benar berubah.”

“Kami berpikir bahwa anjing dapat mendeteksi aroma spesifik dari perubahan metabolisme yang terjadi pada pasien tersebut,” katanya.

Sementara penelitian lebih lanjut masih diperlukan, Von Koeckritz-Blickwede mengatakan langkah selanjutnya adalah melatih anjing untuk membedakan sampel Covid-19 dari penyakit lain seperti influenza.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), sementara anjing dapat terinfeksi Covid-19, tidak ada bukti bahwa hewan memainkan peran penting dalam menyebarkan virus. Studi ini dipublikasikan di BMC Infectious Diseases pada 23 Juli.**(RW)

Leave a Reply