Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, September 28, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

WHO: Negara Tak Bisa Selamanya Terapkan Larangan Perjalanan Internasional

Foto Ilustrasi

Topcareer.id Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan bahwa larangan perjalanan internasional tidak dapat selamanya diterapkan sepanjang wabah Covid-19 masih berlangsung, tanpa ada batas waktu yang ditentukan. Negara harus berbuat lebih banyak untuk mengurangi penyebaran.

Lonjakan infeksi mendorong negara-negara untuk memberlakukan kembali beberapa pembatasan perjalanan dalam beberapa hari terakhir, seperti Inggris yang melakukan pembukaan kembali industri pariwisata Eropa dalam kekacauan dengan memerintahkan karantina pada wisatawan yang kembali dari Spanyol.

Dikuip dari Reuters, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan hanya dengan kepatuhan ketat pada langkah-langkah kesehatan, mulai dari memakai masker hingga menghindari keramaian, dunia akan berhasil mengalahkan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Pandemi, Larangan Operasional Kapal Pesiar Diperpanjang Hingga September

“Jika langkah-langkah ini diikuti, kasus turun. Sementara saat langkah-langkah ini tidak diikuti, kasus naik,” katanya, memuji Kanada, China, Jerman dan Korea Selatan karena mengendalikan wabah.

Kepala Program Kedaruratan WHO Mike Ryan mengatakan tidak mungkin bagi negara-negara untuk menutup perbatasan hingga masa mendatang.

“Ini hampir mustahil bagi masing-masing negara untuk menutup perbatasan mereka hingga masa mendatang. Ekonomi harus terbuka, orang harus bekerja, perdagangan harus dilanjutkan,” katanya.

Ryan memuji Jepang dan Australia karena telah berhasil dalam mengatasi penyakit ini tetapi mengatakan bahwa diharapkan virus akan muncul kembali di daerah dengan transmisi aktif jika pembatasan dicabut dan mobilitas ditingkatkan.

Baca Juga: Rentan Penularan Covid, Begini Cara Aman Olahraga di Tempat Gym

“Dan itulah yang pada dasarnya terjadi di banyak negara bahwa di klub malam, situasi lain, asrama, lingkungan lain di mana orang-orang berdekatan dapat bertindak sebagai titik-titik penguatan untuk penyakit dan kemudian menyebar kembali ke masyarakat. Kita perlu waspada terhadap hal itu.”

Langkah-langkah yang diterapkan harus konsisten untuk waktu yang cukup lama demi memastikan efektivitas dan penerimaan publik, kata Ryan, menambahkan bahwa pemerintah yang menyelidiki cluster harus dipuji tidak dikritik.**(RW)

Leave a Reply