Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, September 28, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Terhantam Pandemi, Laba Bersih Raksasa Minyak Ini Turun 50%

Topcareer.id – Raksasa minyak Saudi Aramco melaporkan penurunan  laba bersihnya hingga 50% untuk paruh pertama tahun keuangannya. Hal itu mencerminkan tahun yang menghancurkan bagi pasar minyak dan ekonomi global pada umumnya saat dunia terus memerangi pandemi virus corona.

Dalam rilis yang diterbitkan Minggu (9/8/2020) yang dikutip dari CNBC, perusahaan mengatakan laba bersih turun menjadi USD23,2 miliar dalam enam bulan pertama tahun ini, turun setengah dari sebelumnya USD46,9 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2019.

Perusahaan minyak milik negara mayoritas Arab Saudi dan produsen minyak mentah terbesar di dunia juga mempertahankan dividen kuartal kedua sebesar USD18,75 miliar, yang akan dibayar pada kuartal ketiga. Dividen kuartal pertama dengan jumlah yang sama telah dibayarkan pada kuartal kedua.

Total arus kas bebas di perusahaan mencapai USD21,1 miliar untuk paruh pertama, turun dari USD38 miliar tahun sebelumnya. Hasil keuangan untuk kuartal kedua mencerminkan guncangan terbesar bagi pasar energi global dalam beberapa dekade.

Baca Juga: Saudi Aramco Mulai Pecat Ratusan Karyawan

“Tantangan kuat dari penurunan permintaan dan harga minyak yang lebih rendah tercermin dalam hasil kuartal kedua kami,” kata Presiden dan CEO Aramco Amin Nasser dalam rilisnya.

Itu adalah konferensi pers pendapatan pertama yang diadakan para eksekutif Saudi Aramco sejak perusahaan go public pada bulan Desember, menunjukkan pematangan dalam upaya membangun transparansi di salah satu bisnis terbesar dunia.

Aramco mengatakan hasil itu terpukul oleh harga minyak mentah yang lebih rendah dan penurunan margin penyulingan dan bahan kimia, karena penghentian bersejarah dalam aktivitas ekonomi global dan permintaan minyak dan produk karena virus corona.

“Kemungkinan terburuk ada di belakang kami. Kami tetap positif tentang permintaan minyak jangka panjang,” kata Nasser melanjutkan.

Harga berbalik ke wilayah negatif pada bulan April, dan sementara pasar telah stabil, harga minyak mentah Brent masih turun lebih dari 30 persen tahun ini.**(RW)

Leave a Reply