Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, September 24, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

PDB Malasia Turun 17,1% di Kuartal II 2020, Terburuk Sejak 1998

Topcareer.id – Terpukul parah oleh pandemi Covid-19, produk domestik bruto (PDB) Malaysia turun 17,1 persen pada kuartal kedua tahun 2020. Menurut Departemen Statistik, ini adalah kinerja terburuk ekonomi Malaysia sejak puncak krisis keuangan Asia pada tahun 1998.

Gubernur bank sentral Nor Shamsiah Yunus mengatakan dalam konferensi pers pada Jumat (14/8/2020) bahwa sektor yang paling parah terkena pandemi adalah pariwisata, manufaktur dan investasi. Dia mengatakan itu “selalu diprediksi” di mana pertumbuhan pada kuartal kedua akan melemah.

“Meskipun ekonomi sangat terpengaruh, pembukaan kembali secara bertahap mulai 4 Mei memberikan sedikit kelegaan dan beberapa tanda pemulihan,” katanya, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (14/8/2020).

Baca Juga: Giliran Filipina yang Masuk Jurang Resesi

Ketika ditanya mengapa ekonomi Malaysia, yang merupakan terbesar ketiga di Asia Tenggara, terpukul lebih keras daripada yang lain di kawasan itu, gubernur menjelaskan bahwa hal itu terutama disebabkan oleh Movement Control Order (MCO).

“Pandemi Covid-19 berdampak buruk pada perekonomian dan ini dapat dipengaruhi oleh tiga faktor utama,” jelas dia.

“Di Malaysia, jika kalian ingat, MCO nasional diberlakukan dan penelitian menunjukkan bahwa Malaysia adalah yang paling ketat di wilayah tersebut (dalam menerapkan langkah-langkah pengendalian) setidaknya hingga minggu pertama bulan Juni. Sebagai perbandingan, Korea Selatan, misalnya, melonggarkan pembatasannya pada pertengahan April.”

Dia menambahkan bahwa karena orang-orang telah secara ketat mematuhi pembatasan pergerakan, hal ini berdampak pada perekonomian. Gubernur mengatakan, faktor lainnya adalah penurunan kunjungan wisatawan yang tajam. Dia mengatakan situasinya adalah yang terburuk di bulan April.

 “Sejak kasus (Covid-19) menurun, aktivitas ekonomi mulai meluas pada Mei dan semakin membaik pada Juni. Saya sangat optimis bahwa yang terburuk telah berlalu,” ujar dia.

Menyusul rekor kontraksi ekonomi ini, gubernur menambahkan bahwa bank sentral memproyeksikan kontraksi setahun penuh antara 3,5 persen dan 5,5 persen. Namun, pertumbuhan diperkirakan akan pulih menjadi antara 5,5 persen dan 8,8 persen pada 2021.

Malaysia memiliki kasus pertama Covid-19 pada 24 Januari ketika tiga warga negara China dinyatakan positif terkena virus. Malaysia terkonfirmasi memiliki 9000-an kasus Covid-19, dengan 125 meninggal dunia (14/8/2020). Pemulihan MCO dijadwalkan berakhir pada 31 Agustus.**(RW)

Leave a Reply