Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, November 24, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Pentingnya Story Telling untuk Meningkatkan Bisnis

Sumber foto: freepik.com

Topcareer.id – Sebagai seorang pengusaha, memiliki passion untuk menjalankan usaha dan menawarkan solusi kepada investor serta pelanggan tidaklah cukup.

Perlu diingat bahwa semua orang menyukai kisah yang disampaikan dengan baik. Oleh karena itu, kamu harus menyoroti pesan yang ingin kamu sampaikan kepada investor dan pelangganmu, dengan sedikit story telling.

Ini bukan tentang mencoba menjadi komika stand-up, atau menenun cerita teatrikal. Bercerita dalam bisnis berarti mempersonalisasikan komunikasi kamu dengan anekdot untuk menyoroti poin-poin penting, dan membuat pesan dari kamu menjadi lebih hidup.

Berikut adalah beberapa cara utama agar kisah pribadi kamu dapat meningkatkan pesan di atas promosi penjualanmu.

Tunjukkan bahwa kamu otentik dan pantas mendapatkan kepercayaan mereka
Investor lebih banyak berinvestasi pada orang daripada pada produk. Itu berarti kamu harus meyakinkan konstituen bahwa kamu adalah orang yang nyata, dapat dipercaya, dan otentik.

Bercerita memungkinkan orang-orang ini melihat dirimu yang sebenarnya di luar konteks promosi pemasaran untuk bisnis atau solusi tertentu.

Baca juga: Tips Cegah Burnout di Era New Normal

Berbagi cerita merupakan langkah awal untuk membangun hubungan nyata dengan orang lain dalam bisnis, serta kehidupan pribadi.

Sementara hubungan yang baik adalah dasar utama untuk kepercayaan dalam bisnis, yang mengarahkan investor untuk mendukungmu, mendapat pelanggan setia, dan meraih kemitraan yang efektif.

Terhubung dengan emosi dan logika orang
Fakta dan angka mudah dilupakan, tetapi emosi akan selalu diingat. Temukan tempat dalam pesan kamu untuk cerita tentang emosi positif yang dapat dihasilkan oleh solusi yang kamu tawarkan atau emosi negatif yang dapat dihilangkan.

Orang tidak hanya akan mengingat ini, tetapi juga akan memberi nilai positif yang besar. Berbicara tentang seni dan ilmu membujuk orang lain, kamu tidak akan pernah bisa melupakan kekuatan emosi.

Setidaknya satu studi menunjukkan bahwa 90 persen keputusan dibuat berdasarkan emosi, tetapi orang kemudian kembali ke logika untuk membenarkan posisi mereka.

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply