Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, September 28, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Langkah Drastis Vietnam Perangi Corona Sejak Dini, Buahkan Nol Kematian

Suasana di Vietnam saat wabah corona. (dok. USNews)

Topcareer.id – Vietnam telah mengkonfirmasi 420 kasus COVID-19 dan melaporkan sudah tidak ada kematian di negara dengan penduduk sebanyak 95,5 juta itu.

Negara ini mengambil tindakan awal yang kuat untuk membendung penyebaran virus, dan banyak penduduk setempat sekarang menganggap upaya ini sangat berhasil.

Vietnam mungkin tidak “naif secara imunologis,” karena sesuatu yang menyerupai SARS-COV-2 mungkin telah beredar selama bertahun-tahun.

Kini Vietnam keadaannya telah kembali normal, dengan bar dan restorannya dibuka. Bahkan pada bulan April lalu, mereka menyumbangkan pakaian APD ke negara-negara yang paling parah di Eropa dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Meski Sudah Sembuh, Pasien Covid-19 Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Apa yang dilakukan dan berjalan dengan baik di Vietnam?

Contact tracing yang agresif dan karantina yang ketat
Kasus pertama di Vietnam dilaporkan pada akhir Januari dan melibatkan seorang pria dan putranya yang kembali ke negara itu dari Wuhan, Cina. Seminggu kemudian, negara itu mulai bertindak dengan strategi contact tracing. Orang-orang yang dites positif terkena virus dan kontak dekat mereka ditempatkan di kamp-kamp karantina selama 14 hari.

Kapasitas pengujian
Pada awal pandemi, Vietnam mendesak perusahaan peralatan medis lokal untuk membantu mereka meningkatkan program pengujian. Pada April, negara itu sudah melakukan ratusan ribu tes. Pada saat itu, untuk setiap kasus yang dikonfirmasi, pemerintah menguji hampir 800 orang yang merupakan yang tertinggi di dunia. Menurut sebuah laporan penelitian, Vietnam berubah dari hanya memiliki dua lokasi pengujian nasional pada akhir Januari menjadi 120 pada Mei.

Penutupan sekolah lebih awal dan pembatasan perjalanan
Orang Vietnam memahami bahwa kapasitas rumah sakit terbatas, dan rumah sakit akan cepat kewalahan jika mereka tidak menyelesaikan masalah. Jadi sekolah ditutup untuk liburan Tahun Baru Imlek pada akhir Januari dan tetap ditutup hingga pertengahan Mei. Sejak awal juga sudah ada pembatasan perjalanan. Penerbangan ke dan dari China ditangguhkan pada bulan Februari. Pemerintah menutup negara itu selama dua minggu pada tanggal 1 April. “Lockdown nya ketat tetapi semua orang patuh,” kata Christian Lam Pham, wakil direktur umum Grup Dacotex, sebuah perusahaan garmen internasional dengan ruang pamer dan pabrik produksi di Vietnam.

Pesan publik
Vietnam terus-menerus mengingatkan warga untuk mengenakan masker, mencuci tangan dan jarak sosial satu sama lain. Kementerian Kesehatan bahkan memproduksi Public Service Announcement di mana ia bekerja dengan dua penyanyi untuk menghasilkan lagu yang menarik tentang langkah-langkah yang dapat diambil orang untuk menghindari terkena virus. “Anda akan mendapatkan teks message secara teratur selama lockdown untuk mengingatkan agar tetap di rumah,” kata Stephen Turban, mantan konsultan McKinsey. “Ketika Anda menelepon seorang teman, Anda mendapatkan nada sambung di mana lirik lagunya mengingatkan Anda untuk mengenakan masker.” Bagi Turban, yang pindah ke negara itu dari San Francisco, pedomannya sangat jelas, dan dia tidak pernah melihat siapa pun yang saling mencemooh.

Kesadaran komunitas
Ketika seorang pilot Inggris untuk Vietnam Airlines terkena COVID-19, dokter menyimpulkan bahwa satu-satunya jalan adalah transplantasi paru-paru. Menurut Vietnam News yang dikelola pemerintah, 26 orang maju dan menawarkan untuk menyumbangkan sebagian paru-paru mereka kepada pilot itu. Padahal tidak ada orang yang memiliki hubungan dengan pilot. Kini pilot itu telah sembuh, menurut BBC News. “Ada konsep di Vietnam yang secara kasar diterjemahkan menjadi ‘kesadaran publik’,” kata Turban, yang sekarang tinggal di Vietnam. “Vietnam memiliki perasaan yang kuat bahwa ada tanggung jawab bersama kepada masyarakat.”

Protokol di rumah sakit untuk mengurangi risiko infeksi
Pada pertengahan Februari, Departemen Kesehatan menyusun dokumen untuk rumah sakit untuk memandu mereka dalam penyaringan, penerimaan dan isolasi kasus COVID-19 yang dikonfirmasi atau diduga. Mereka juga sangat menganjurkan penggunaan peralatan perlindungan pribadi dan protokol yang dibuat untuk mendisinfeksi permukaan dan peralatan. Protokol Rumah Sakit di Vietnam sangat ketat. Ada tiga putaran prosedur kebersihan hanya untuk sampai di pintu Rumah Sakit, bahkan ada penjaga yang mendampingi untuk memastikan pengunjung yang memiliki kepentingan berkunjung ke Rumah Sakit tidak menyimpang berjalan di dalamnya.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply