Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, September 25, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Teh Hangat Plus Madu Lebih Ampuh Usir Flu daripada Obat-obatan

Topcareer.id – Jika kamu mulai merasa flu atau batuk pilek, coba seduh secangkir teh hangat yang kemudian dicampur dengan madu. Menurut penelitian, ramuan ini akan membuatmu merasa lebih baik daripada harus konsumsi obat.

Penelitian baru yang diterbitkan dalam BMJ Evidence-Based Medicine menunjukkan bahwa pengobatan rumahan ini sebenarnya lebih efektif dalam mengobati gejala pilek daripada antibiotik dan obat bebas.

“Madu adalah obat awam yang sering digunakan dan diketahui oleh pasien. Ini juga murah, mudah diakses dan memiliki bahaya yang terbatas,” tulis para peneliti, dikutip dari laman The Ladders.

Baca Juga: Ingin Daya Ingat Tinggi, Ganti Gula dengan Madu

Tinjauan sistematis mengamati 14 uji klinis di mana mereka membandingkan madu dengan perawatan biasa, seperti antihistamin, ekspektoran, penekan batuk, dan pereda nyeri.

Kesimpulannya adalah bahwa madu tampaknya lebih efektif daripada perawatan biasa dalam meredakan gejala batuk dan pilek. Para peneliti mencatat bahwa dua penelitian menunjukkan gejala yang berlangsung satu hingga dua hari lebih pendek bagi mereka yang mengatasinya dengan madu.

Pritish Tosh, M.D. dari Mayo Clinic setuju, sekaligus mencatat bahwa penelitian sebelumnya telah menunjukkan madu sebagai alternatif yang efektif untuk mengobati gejala flu dan batuk.

Baca Juga: Memisahkan Mitos dan Fakta Seputar Madu Asli

“Dalam sebuah penelitian, anak-anak usia 1 sampai 5 tahun dengan infeksi saluran pernapasan bagian atas diberikan dua sendok teh madu sebelum tidur. Madu sepertinya bisa mengurangi batuk malam hari dan meningkatkan kualitas tidur,” katanya.

“Faktanya, dalam penelitian tersebut, madu tampaknya sama efektifnya dengan bahan penekan batuk yang umum, dekstrometorfan, dalam dosis umum yang dijual bebas. Karena madu harganya murah dan banyak tersedia, ini mungkin patut dicoba.”

Ahli epidemiologi Gideon Meyerowitz-Katz mengatakan lebih banyak penelitian dan studi perlu dilakukan sebelum kesimpulan yang pasti dapat dibuat.

“Dalam ulasan ini, sebagian besar penelitian yang disertakan tampaknya memiliki inkonsistensi yang mengkhawatirkan dan beberapa kesalahan langsung, yang berarti kita harus sangat berhati-hati dalam membaca terlalu banyak hasil.”

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa madu efektif meredakan gejala batuk dan pilek. Faktanya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa madu memiliki kekuatan untuk membunuh bakteri, seperti E. coli dan salmonella. Madu manuka dari Selandia Baru, juga mampu melawan staph dan bakteri pencernaan penyebab tukak lambung.

Jika kesimpulan dari tinjauan sistematis, terbukti benar, madu bisa menjadi alternatif yang bagus untuk antibiotik, yang seringkali datang dengan banyak efek samping negatif dan dapat membangun resistensi antibiotik.

Para penulis menyimpulkan bahwa manfaat madu tampaknya lebih besar daripada manfaat antibiotik, bahkan tanpa penelitian lebih lanjut.

“Ketika dokter ingin meresepkan URTI, kami akan merekomendasikan madu sebagai alternatif antibiotic. Madu lebih efektif dan tidak terlalu berbahaya daripada perawatan alternatif biasa dan menghindari kerusakan melalui resistensi antimikroba,” catat para peneliti.**(RW)

Leave a Reply