Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, September 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Bagaimana Menjawab Pertanyaan Interview: Mengapa Kamu Resign?

Topcareer.id – Saat tiba wawancara kerja, kamu harus mempersiapkan setiap pertanyaan yang akan muncul dari perekrut. Salah satunya, pewawancara biasanya ingin mengetahui mengapa kamu resign atau meninggalkan pekerjaan terakhirmu.

Penting untuk menyiapkan tanggapan agar  tidak lengah dengan pertanyaan tersebut. Saat kamu merespons, kamu harus memberikan jawaban yang jujur dan mencerminkan keadaan khusus dirimu, tetapi menghindari hal-hal negatif. Berikut tips menjawab pertanyaan itu, menurut laman The Balance Career.

Jujur

Kamu tidak harus mengatakan yang sebenarnya. Pastikan untuk fokus pada alasan sebenarnya mengapa kamu resign. Misalnya, kamu merasa frustrasi karena kurangnya kesempatan. Mulailah dengan mendeskripsikan beberapa hal yang telah kamu capai, dan kemudian katakan bahwa kamu terhalang untuk mencapai lebih banyak.

Baca Juga: Ditanya Akan Menjadi Apa Dalam 5 Tahun Ke Depan, Ini Jawabannya

Kamu akan mendapatkan bonus poin jika dapat mengaitkan jawaban dengan mengapa pekerjaan yang kamu lamar lebih cocok karena kamu akan diberikan lebih banyak kesempatan.

Singkat dan positif

Ini adalah satu pertanyaan di mana kamu mungkin ingin agar tanggapanmu singkat karena ada banyak jebakan. Kalimat sederhana — mungkin dua kalimat — sepertinya cukup. Jika memungkinkan, cobalah untuk membingkai resignmu dalam istilah yang positif.

Latihan

Latih tanggapanmu sehingga kamu terlihat positif dan jelas. Berlatih (terutama di depan cermin) akan membantumu merasa lebih nyaman menjawab pertanyaan sulit ini. Terutama jika kamu di-PHK atau dipecat. Dalam situasi seperti itu, berikan tanggapan yang singkat, jelas, dan tidak emosional.

Jauhi komentar tidak professional

Apakah kamu bosan di tempat kerja? Dibayar rendah atau dihargai rendah? Begitu muak dengan segala hal tentang pekerjaan itu? Sekarang bukan waktunya untuk mengeluarkan semuanya. Kamu tidak perlu terlalu banyak berbagi soal hal pribadi tentang alasanmu meninggalkan pekerjaan. Pastikan jawabanmu profesional.

Contoh menjawab:

– “Sejujurnya, saya tidak mempertimbangkan perubahan kerja, tetapi mantan rekan kerja merekomendasikan pekerjaan ini kepada saya. Saya mempelajari posisi tersebut dan tertarik dengan peran dan perusahaan. Apa yang Anda tawarkan terdengar seperti peluang yang menarik dan pasangan ideal untuk kualifikasi saya.”

– “Saya memanfaatkan tawaran pensiun dini karena perampingan perusahaan, dan sekarang saya siap untuk tantangan baru.”

– “Saya berhenti dari pekerjaan saya karena supervisor saya pensiun. Setelah bertahun-tahun bekerja di kantor, saya merasa sudah saatnya untuk berubah, dan sepertinya waktu yang ideal untuk pindah.”

– “Saya mengundurkan diri untuk fokus mencari pekerjaan yang lebih dekat dengan rumah dan akan menggunakan keterampilan dan pengalaman saya dalam kapasitas yang berbeda.”

– “Saya tidak punya ruang untuk tumbuh dengan perusahaan saya sebelumnya.”**(RW)

Leave a Reply