Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, September 18, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Studi: Anak-Anak dengan Covid-19 Bisa Tularkan Virus Berminggu-minggu

Seorang ibu dan anaknya di New York. (dok. Guardian)

Topcareer.id – Menurut sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal medis JAMA Pediatrics menyebutkan bahwa anak-anak yang terinfeksi Covid-19 dapat menularkan virus selama berminggu-minggu, bahkan ketika mereka tidak memiliki gejala (asimtomatik).

Para peneliti mengamati 91 anak-anak dengan Covid-19 dari 18 Februari hingga 31 Maret di 22 rumah sakit di Korea Selatan, salah satu negara paling awal yang terkena pandemi virus corona.

Sekitar 22% anak, yang berusia di bawah 19 tahun, tidak menunjukkan gejala, artinya mereka tidak pernah mengalami gejala. Anak-anak yang tersisa memiliki gejala yang terdeteksi sebelum atau segera setelah diagnosis mereka.

Baca Juga: Meski Sudah Sembuh, Pasien Covid-19 Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Durasi gejala bervariasi, dengan beberapa anak menunjukkan gejala sedikitnya tiga hari, sementara yang lain memiliki gejala selama hampir tiga minggu, menurut penelitian. Secara keseluruhan, para peneliti mengatakan virus itu terdeteksi selama rata-rata sekitar 2 setengah minggu di saluran pernapasan anak-anak.

Para peneliti menemukan hampir setengah dari anak-anak yang bergejala dan seperlima dari anak-anak tanpa gejala masih menumpahkan darah setelah diuji pada tiga minggu. Mereka mengatakan durasi anak-anak tanpa gejala bisa lebih lama, karena tanggal sebenarnya dari infeksi mereka tidak diketahui.

“Ini data yang mengejutkan,” Drs. Roberta DeBiasi dan Meghan Delane dari Children’s National Hospital and Research Institute menulis dalam editorial yang diterbitkan bersamaan dengan penelitian tersebut, dikutip dari CNBC, Jumat (28/8/2020). Mereka tidak dilibatkan dalam penelitian.

Baca Juga: WHO: Meski Jarang Terjadi, Pasien Covid-19 yang Sembuh Bisa Terinfeksi Lagi

“Temuan ini sangat relevan dengan pengembangan strategi kesehatan masyarakat untuk memitigasi dan menahan penyebaran di dalam komunitas, terutama ketika komunitas yang terkena dampak memulai fase pemulihan mereka,” kata mereka. Menurut mereka, peran anak dalam menyebarkan penyakit masih perlu diteliti lebih lanjut.

Masih belum jelas apakah anak-anak itu menularkan penyakit saat kencing dan, untuk berapa lama. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit telah menemukan bahwa pasien Covid-19 yang pulih dapat menularkan virus hingga tiga bulan setelah tertular.

Penulis studi mencatat bahwa penelitian mereka terbatas. Mereka tidak dapat menganalisis seberapa menular anak-anak tersebut karena tindakan karantina yang ketat di Korea Selatan. Di bawah aturan Korea Selatan, pasien dengan Covid-19 harus tinggal di rumah sakit sampai mereka sembuh dari infeksi.

STAT News melaporkan sebuah penelitian pada bulan Maret yang menemukan bahwa orang yang sakit ringan mungkin tidak menular setelah 10 hari sejak gejala mulai.

Pada awal wabah, para peneliti mengatakan virus itu tampaknya tidak terlalu parah bagi anak-anak sementara sangat parah pada orang tua dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Namun, mereka kemudian menemukan kurangnya kasus anak di antara kasus virus corona yang dikonfirmasi juga bisa jadi karena anak-anak terinfeksi tetapi mengembangkan gejala yang lebih ringan yang tidak dilaporkan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan April di JAMA Pediatrics menemukan banyak anak yang terinfeksi virus corona hanya mengalami gejala ringan dan biasanya pulih dalam dua minggu. Para peneliti menganalisis 1.065 pasien Covid-19, sebagian besar di China, di bawah usia 19 tahun.**(RW)

Leave a Reply