Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, November 26, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Pandemi Covid-19, Naik Kereta Api Masih Tergolong Aman

Topcareer.id – Tak perlu takut naik Kereta Api di saat pandemi Covid-19. Berdasarkan penelitian, transportasi Kereta Api tercatat sebagai salah satu moda yang aman untuk bepergian.

“Berdasarkan hasil kajian para ahli, kereta api merupakan moda yang aman digunakan selama pandemi, karena telah menerapkan protokol yang ketat,” ujar VP Public Relations KAI, Joni Martinus.

Menurut Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, sejauh ini belum ada laporan yang menyebut kereta api menjadi klaster penyebaran Covid-19. Ia menekankan, meskipun terkadang jumlah penumpang cukup padat, namun penerapan protokol kesehatan mampu mencegah adanya penularan.

Baca Juga: Begini Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Transportasi Publik

Berbagai penelitian di Perancis, Jepang, dan Amerika juga menunjukkan tidak adanya penemuan klaster Covid-19 di transportasi publik.

Jurnal yang diterbitkan Universitas Oxford menyebut, berbagai protokol pencegahan efektif mencegah penyebaran Covid-19. Penelitian yang dilakukan ITB pun mengungkapkan hal yang sana, asalkan penumpang mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan.

Di Tanah Air sendiri, untuk bepergian menggunakan kereta api jarak jauh, penumpang wajib dalam keadaan sehat, memmbawa surat keterangan bebas Covid-19, serta mematuhi protokol keseharan

Tak hanya itu, KAI juga menyediakan wastafel portabel dan hand sanitizer, serta face shield gratis untuk para pelanggan KA Jarak Jauh. Pihak KAI pun selalu memastikan kebersihan gerbong, dengan melakukan pembersihan menggunakan disinfektan.

Dalam bertugas, para petugas KAI wajib menggunakan APD seperti masker, face shield, dan sarung tangan.

“Seluruh protokol tersebut kami lakukan untuk menjadikan kereta api sebagai angkutan massal yang aman, nyaman, selamat, dan tetap bisa menjaga kesehatan para pelanggan dan pegawai,” tutup Joni.

Atas komitmennya ini, jumlah penumpang KAI di bulan September tercatat naik 10% dibanding bulan Agustus, mencapai 62 ribu pelanggan per hari, dari sebelumnya yang berkisar di angka rata-rata 56 ribu pelanggan per hari.**(RW)

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply