Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, October 21, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Empat Kebiasaan Komunikasi yang Bisa Merusak Hubungan dengan Bos

Topcareer.id – Mau suka atau benci, bos adalah pengaruh besar dalam pengembangan kariermu. Memperhatikan dinamika hubunganmu dengan bosmu bisa memberikan wawasan yang dapat membantumu secara positif.

Pelatih Karier dan Kepemimpinan, Garen Jemian memberikan sejumlah bocoran kebiasaan yang seharusnya tidak dilakukan karena bisa merusak hubunganmu dengan bosmu dan tipsnya untuk meningkatkan hubungan professional, seperti dalam laman The Ladders.  

1. Perilaku pasif-agresif

Apakah kamu cenderung untuk menjadi pasif-agresif saat kebencian menumpuk? Meskipun melempar lelucon sarkastik dalam rapat tim atau bergosip terasa katarsis pada saat itu, perilaku semacam itu sangat merugikan dalam jangka panjang. Jemian mengatakan itu adalah jebakan paling umum.

Baca Juga: Hai Milenial, Begini Cara Mengambil Hati Bos Baby Boomer

“Ketika peristiwa negatif terjadi, daripada mengekspresikan diri dengan jelas, objektif dan menetapkan batasan, mereka sering menyerap hal-hal negatif dan mengungkapkannya secara tidak langsung,” katanya.

“Akhirnya, karyawan tersebut berakhir dengan pelepasan di mana hasil yang mungkin terjadi adalah mereka berhenti, dipecat atau, lebih buruk lagi, berakhir menjadi salah satu dari orang-orang yang membenci pekerjaan mereka, yang juga memengaruhi kehidupan pribadi mereka.”

2. Komunikasi yang sangat negatif

Pada catatan itu, perasaan negatif yang terpendam dan tidak terselesaikan juga dapat secara halus masuk ke dalam komunikasi langsungmu dengan atasan dan menghancurkan hubunganmu pada satu percakapan di satu waktu.

“Komunikasi pasif-agresif bisa sangat halus. Begitu halusnya hingga orang tersebut bahkan mungkin tidak menyadarinya sedang melakukannya. Ini merugikan karena mereka tidak sadar diri dan tidak menyadari bahwa mereka menghancurkan karier mereka dengan satu ekspresi negatif pada satu waktu,” kata Jemian.

3. Kurangnya ketegasan

Kurangnya ketegasan bukan hanya pembunuh karier yang lambat, tetapi juga dapat merusak interaksimu dengan atasan. “Ketegasan itu tidak mudah. Dibutuhkan perhatian penuh, upaya sadar, keberanian, teknik, dan banyak latihan. Idenya adalah untuk mengekspresikan kebutuhanmu sambil mempertimbangkan sudut pandang orang lain,” kata Jemian.

Untuk memberi diri Anda keberanian untuk menjadi lebih tegas (terutama ketika harus melakukan percakapan yang sulit), ingatkan dirimu bahwa berbelit-belit dapat menciptakan lebih banyak kerugian daripada kebaikan.

4. Keterlibatan rendah

Seringkah kamu mengobrol dengan atasanmu? Seiring waktu, keterlibatan yang rendah dapat diterjemahkan sebagai pengabaian untuk promosi dan peluang pengembangan karier lainnya. Hindari hal ini dengan berusaha untuk hadir sepenuhnya dalam setiap interaksimu dengan atasan. Tetap penasaran dan tunjukkan mendengarkan secara aktif.

“Interaksi yang hebat dimulai dengan kepercayaan dan rasa hormat. Dari sana, dibutuhkan pengembangan kompetensi komunikasi seperti kehadiran dan keterlibatan yang tak tergoyahkan, mendengarkan secara aktif, mengajukan pertanyaan yang kuat dan menerapkan rasa ingin tahu yang mendalam,” kata Jemian.**(RW)

Leave a Reply