Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, October 31, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Awas! Ini Dampak Buruk Bad Attitude di Tempat Kerja

Ilustrasi. Sumber foto: greatpeopleinside.comIlustrasi. Sumber foto: greatpeopleinside.com

Topcareer.id – Bad attitude atau sikap buruk di tempat kerja, baik itu milik kamu, rekan kerja atau atasan kamu, biasanya meliputi kemalasan, keterlambatan, kekasaran, gosip, atau aktivitas lain yang menurunkan moral.

Sikap negatif seseorang bisa jadi karena masalah pribadinya. Seorang karyawan mungkin mengalami masalah percintaan, kesulitan keuangan atau situasi medis yang memengaruhi perilakunya di tempat kerja.

Tak hanya itu, sikap buruk juga dapat dihasilkan dari hal-hal yang terjadi di tempat kerja, seperti pemecatan, pemotongan gaji, atau masalah bisnis kecil lainnya.

Apa pun penyebab utamanya, sikap buruk kamu atau orang lain di tempat kerja dapat menimbulkan beberapa konsekuensi negatif yang serius.

Lihat contohnya di bawah ini:

Baca juga: Lakukan Hal Ini Setelah Bangun Tidur Bikin Hari-harimu Produktif

Produktivitas dan kinerja menurun
Sikap buruk itu menular, itulah mengapa kamu harus mengatasi masalah ini dengan cepat. Sikap buruk satu orang bisa berdampak besar pada operasional bisnis.

Misalnya, manajer yang rewel dapat merusak suasana tempat kerja setiap orang yang diawasinya. Sikap negatif yang meluas dapat berdampak buruk pada kinerja, menyebabkan karyawan menjadi apatis dan putus asa.

Sikap buruk membuat pelanggan atau klien tidak bahagia
Jika pelanggan atau klien menghadapi sikap buruk dari karyawan, mereka tidak akan kembali. Pelanggan tidak ingin berurusan dengan perwakilan yang kurang ajar atau kasar.

Sikap buruk perusahaan menular pada karyawan
Terkadang atasan harus mengidentifikasi penyebab yang mendasari karyawan bersikap negatif. Misalnya, jika atasan memberlakukan tenggat waktu yang tidak masuk akal untuk suatu proyek yang akhirnya memicu timbulnya kebencian.

Meskipun perusahaan bisa mengharapkan yang terbaik dari karyawannya, namun mendorong mereka terlalu keras akan menguji kesetiaan mereka dan mungkin berdampak buruk bagi moral dan retensi karyawan.

Baca juga: Ingin Lebih Produktif? Minum Kafein Jenis Ini

Penyebab lain adalah persepsi karyawan tentang kesehatan keuangan perusahaan, dukungan yang tidak memadai dari manajemen, atau perasaan bahwa kerja keras mereka tidak dihargai.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply