Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, October 27, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Pemerintah Optimis Realisasi Program PEN Tercapai 100% di Desember 2020

Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin (Foto: Dok BPMI Setpres)Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin (Foto: Dok BPMI Setpres)

Topcareer.id – Pemerintah optimistis realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa tercapai 100% pada akhir tahun ini (Desember 2020).  Sampai akhir September 2020 ini atau akhir kuartal III/2020, Satgas PEN telah merealisasikan penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional melebihi target Rp 100 triliun.

Satgas PEN terus mendorong akselerasi penyerapan mencapai 100% pada Desember 2020, untuk menjaga pergerakan dan ketahanan ekonomi di masyarakat dan mendukung pergerakan angka pertumbuhan ekonomi nasional semakin membaik.

Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin menyebut akhir kuartal III realisasi program PEN secara kumulatif, mencakup pemulihan ekonomi dan kesehatan sudah berhasil terealisasi Rp 304,6 triliun atau 43,8 persen dari total anggaran sebesar Rp 695,2 triliun.

“Sejak Komite PCPEN dibentuk 20 Juli 2020, secara kumulatif sudah direalisasikan Rp 255,22 triliun untuk 4 sektor. Secara mingguan, bisa kita lihat realisasinya makin lama makin cepat,” kata Budi dalam rilis Tim Komunikasi Komite PCPEN, Rabu (30/9/2020).

Empat sektor  yang dimaksud adalah sektor perlindungan sosial, UMKM, Kementerian/Lembaga dan Pemda (K/L/D), serta pembiayaan korporasi. Dalam 4 sektor itu, Satgas PEN sudah menyalurkan pertambahan mingguan per klaster PEN sebesar Rp 137,89 triliun.

Baca juga: Daftar Langkah Penting untuk Memulai Startup (Bagian 1)

Sedangkan sektor pembiayaan korporasi akan mulai direalisasikan pada awal Oktober 2020 atau kuartal IV sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal tersebut.

“Sampai akhir tahun, kami optimis seluruh anggaran bisa terserap, sehingga bisa memberikan daya ungkit yang cukup tinggi bagi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV,” tutur Budi Gunadi Sadikin.

Ia merinci, pada kelompok pertama atau sektor perlindungan sosial ada Program Keluarga Harapan (PKH) sudah terealisasikan Rp 36,3 triliun atau realisasinya 97,1 persen dari pagu Rp 37,4 triliun dengan 10 juta keluarga penerima manfaat atau 40 juta rakyat kategori miskin.

Lainnya, Program Kartu Sembako dengan pagu Rp 43,6 triliun sudah terealisasikan Rp 31,9 triliun atau realisasinya 73,2 persen kepada 19,4 juta penerima manfaat.

“Jika 1 keluarga terdiri dari 4 orang, ada sekitar 80 juta rakyat yang hidup di taraf ekonomi paling bawah sudah tersentuh oleh program pemerintah ini,” kata Budi.

Program Bantuan Sosial (Bansos) Tunai Non-Jabodetabek telah direalisasikan sebesar Rp 24,8 triliun dan diterima 9,2 juta penerima. Ditambah Jabodetabek, pagu keseluruhannya menjadi Rp 39,2 triliun dengan realisasi keseluruhan 74,6 persen dan penerima manfaat menjadi 10,9 juta.

Baca juga: Daftar Langkah Penting untuk Memulai Startup (Bagian 2)

Pada Program Kartu Prakerja sudah direalisasikan Rp 19,46 triliun untuk menjangkau 5,48 juta penerima manfaat. Sedangkan Program Subsidi Upah/Gaji sebesar Rp 14 triliun telah direalisasikan dan akan terus berjalan hingga akhir tahun yang diberikan pada 11,65 juta pekerja yang berpenghasilan di bawah Rp 5 juta. Program lainnya seperti BLT Dana Desa dan Diskon Listrik terus berjalan.

Pada sektor UMKM yang berperan besar pada pengembangan ekonomi nasional dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sudah direalisasikan program penempatan dana sebesar Rp 59 triliun untuk sumber dana penyaluran kredit UMKM di Indonesia. 

Program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif, berhasil direalisasikan Rp 16 triliun kepada 6,6 juta penerima manfaat dalam bentuk hibah, menjadi modal awal bagi pengusaha mikro untuk bisa menggulirkan usahanya. Satgas PEN juga telah menyalurkan Program Subsidi Bunga Kredit Mikro kepada 7,67 juta debitur UMKM.

Pada sektor Kementerian/Lembaga yang mengkhususkan pada Program Padat Karya, sudah direalisasikan Rp 12,76 triliun kepada sekitar 1,97 juta tenaga kerja.**(Feb)

Leave a Reply