Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, October 27, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Hampir 20.000 Karyawan Amazon Positif Virus Corona

Topcareer.id – Amazon akhirnya mengatakan pada Kamis (1/10) bahwa sebanyak 19.816 karyawan garis depannya di AS telah dites positif terkena virus corona, dan untuk pertama kalinya Amazon menjelaskan bagaimana tenaga kerjanya terjangkit Covid-19.

Amazon telah berulang kali menolak berbagi data komprehensif dengan publik dan dengan pekerjanya sendiri tentang jumlah total kasus virus corona yang dikonfirmasi di gudang pusatnya, yang telah menjadi bagian penting untuk pasokan rumah tangga di seluruh dunia selama pandemi.

Meskipun banyak kasus yang dikonfirmasi di gudang Amazon di seluruh negeri, dan di seluruh dunia, raksasa e-commerce ini telah meremehkan pentingnya merilis data situs atau agregat, sehingga sulit untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang keseluruhan infeksi di tempatnya.

Baca Juga: Amazon Bagi-bagi Bonus pada Pekerja di Garis Depan

Dalam sebuah posting blog, perusahaan mengatakan mereka melakukan analisis data menyeluruh pada semua 1.372.000 karyawan lini depan Amazon dan Whole Foods Market di seluruh AS yang dipekerjakan dari 1 Maret hingga 19 September 2020.

Amazon kemudian membandingkan tingkat kasusnya dengan populasi umum selama periode yang sama, menggunakan laporan dari Universitas Johns Hopkins. Diklaim bahwa jumlah karyawan yang diuji, atau diperkirakan, positif adalah 42% lebih rendah dari yang diharapkan berdasarkan perbandingan itu.

CNN Business sempat meminta perincian lebih lanjut kasus antara Wholes Foods dan pekerja Amazon untuk memahami bagaimana angka tersebut dibandingkan dengan populasi umum, namun Amazon menolaknya.

Dave Clark, wakil presiden senior operasi global Amazon, sebelumnya mengatakan jumlah total kasus tidak terlalu berguna karena relatif terhadap ukuran bangunan dan kemudian tingkat infeksi komunitas secara keseluruhan.”

Keamanan gudang telah menjadi area pengawasan yang intens, karena bisnis Amazon telah melonjak bahkan ketika ekonomi yang lebih luas di seluruh dunia telah terperosok dalam resesi yang disebabkan pandemi. Bisnis Amazon yang melonjak tentu membuat CEO Jeff Bezos, orang terkaya di dunia melihat kekayaan pribadinya naik puluhan miliar dolar tahun ini.

Dalam sebuah surat yang dikirim ke Bezos dan CEO Whole Foods milik Amazon, John Mackey pada bulan Mei, lebih dari selusin jaksa agung meminta perusahaan untuk merilis rincian kasus Covid-19 yang dikonfirmasi oleh negara bagian di fasilitas mereka sebagai bagian dari yang lebih luas mengenai tuntutan tentang kesehatan dan keselamatan pekerja.

Untuk mengisi kesenjangan informasi, pekerja dan kelompok advokasi telah berlomba untuk mengumpulkan jumlah kasus untuk memantau penyebaran virus di seluruh fasilitas Amazon. Setidaknya ada 10 kematian di antara karyawan gudang Amazon yang dinyatakan positif virus corona. Bahkan pekerja di berbagai lokasi Amazon dan Whole Foods telah berpartisipasi dalam mogok kerja karena kondisi tempat kerja.

Amazon mengatakan telah mengambil berbagai langkah untuk mencegah penyebaran virus, termasuk membuat lebih dari 150 “perubahan proses” pada operasinya untuk meningkatkan keamanan.

Data tentang infeksi virus corona muncul saat Amazon bersiap untuk acara penjualan Prime Day tahunan pada 13 dan 14 Oktober 2020, yang menandai periode sibuk bagi para pekerjanya yang akan melakukan pengiriman dan pemenuhan pesanan.

Bahkan Amazon mengumumkan rencana untuk mempekerjakan 100.000 karyawan tambahan di seluruh jaringan operasionalnya bulan September lalu.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply