Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, October 23, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Imbas Pandemi, Tingkat Pengangguran di Jepang Naik Tertinggi Sejak 2017

Foto Ilustrasi (freepik)

Topcareer.id – Pada Agustus 2020, tingkat pengangguran Jepang naik menjadi 3%, di mana angka itu tertinggi sejak pertengahan 2017, data resmi menunjukkan pada Jumat (2/10/2020), menggambarkan efek pandemi pada pasar tenaga kerja yang ketat di negara itu.

Angka tersebut, naik 0,1 poin persentase dari Juli, adalah pertama kalinya sejak Mei 2017 bahwa angkanya mencapai 3 persen atau lebih tinggi, menurut data kementerian dalam negeri Jepang.

Data terpisah yang dihimpun Kementerian Tenaga Kerja menunjukkan hanya ada 104 lowongan kerja untuk setiap 100 pencari kerja di bulan Agustus, memburuk dari 108 menjadi 100 di bulan sebelumnya.

Baca Juga: 3 Jurus Kemnaker Atasi Pengangguran di Masa Covid-19

Jepang sudah bergumul dengan dampak bencana alam dan kenaikan pajak konsumsi sebelum pandemi virus corona melumpuhkan ekonomi global. Setelah itu terjadi, tidak ada lockdown di negara itu, dengan pemerintah malah meminta orang untuk tinggal di rumah.

Angka tersebut muncul setelah perdana menteri baru Yoshihide Suga berjanji untuk melindungi pekerjaan, mempertahankan perusahaan dalam bisnis dan membantu ekonomi pulih dari dampak tindakan yang diambil untuk mengekang penyebaran virus corona baru.

Mereka juga menumpulkan optimisme yang dibawa oleh data terkini seperti output pabrik dan sentimen bisnis yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi.

“Subsidi lapangan kerja khusus pemerintah untuk mendukung perusahaan yang terkena virus corona telah membantu mengendalikan tingkat pengangguran, yang bisa meningkat jauh lebih tinggi,” kata Atsushi Takeda, kepala ekonom di Itochu Research Institute, dikutip dari laman The Straits Times.

“Orang-orang sudah mulai mencari pekerjaan tetapi pasar tenaga kerja tidak cukup kuat untuk menyerapnya. Laju pemulihan di pasar kerja kemungkinan akan melambat dan tingkat pengangguran bisa meningkat lebih lanjut.”

Data menunjukkan sekitar 2,06 juta orang kehilangan pekerjaan mereka pada bulan Agustus, 490.000 lebih banyak dibandingkan pada bulan yang sama tahun sebelumnya, dan menandai peningkatan ketujuh bulan berturut-turut.

Namun, dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah pekerja yang bekerja naik 110.000 orang dalam penyesuaian musiman – kenaikan bulan keempat berturut-turut.**(RW)

Leave a Reply