Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, October 27, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Diet Tanpa Asupan Vitamin D, Bahaya!

Dok.. Consultantdietitians

Topcareer.id – Pola makan dalam diet dibuat sedemikian rupa dengan tujuan untuk memperoleh proporsi tubuh yang diinginkan, dan tentunya kesehatan. Tapi, jangan sampai melupakan asupan vitamin D dalam pola dietmu. Pola makan yang kekurangan vitamin D bisa menjadi berita buruk bagi kesehatan.

Para peneliti di North Carolina State University baru-baru ini merilis penelitian baru yang menemukan bahwa vitamin D berperan besar dalam pertumbuhan dan perkembangan. Bagi mereka yang kekurangan vitamin D, hal itu dapat membahayakan pertumbuhan dan bahkan meningkatkan risiko obesitas.

Penelitian, yang muncul dalam Scientific Report, dilakukan oleh Megan M. Knuth dari North Carolina State University, Debabrata Mahapatra, Dereje Jima, Mac Law, dan Seth W. Kullman, dengan Debin Wan dan Bruce Hammock dari Universitas California Davis.

Dalam penelitian tersebut, mengutip The Ladders, tes dilakukan pada ikan zebra di mana ikan pasca-remaja diberi salah satu dari tiga pole diet: tanpa vitamin D, diperkaya vitamin D, dan diet kontrol.

Ikan zebra adalah bagian dari penelitian yang berlangsung selama empat bulan di mana mereka diberi makan berdasarkan makanan mereka, sementara para peneliti mengamati pertumbuhan selain kepadatan tulang, trigliserida, lipid, kolesterol, dan tingkat vitamin D.

Baca juga: Tips Diet Sehat Bagi Kamu yang Punya Berat Badan Berlebih

Untuk menghitung temuan mereka tentang obesitas, peneliti mengamati produksi lemak, penyimpanan, dan pertumbuhan ikan zebra.

Profesor biologi NC State Seth Kullman, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan bahwa berdasarkan temuan penelitian, vitamin D memainkan “peran penting” dalam pertumbuhan dan penyimpanan lemak.

“Ikan zebra yang kekurangan vitamin D menunjukkan hipertrofi dan hiperplasia – peningkatan ukuran dan jumlah sel lemak. Mereka juga memiliki trigliserida dan kolesterol yang lebih tinggi, yang merupakan ciri dari ketidakseimbangan metabolisme yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular,” kata Kullman dalam siaran pers.

“Ini, dikombinasikan dengan pertumbuhan yang terhambat, menunjukkan bahwa vitamin D memainkan peran penting dalam kemampuan untuk menyalurkan energi ke dalam pertumbuhan versus ke penyimpanan lemak.”

Jadi seberapa pentingkah vitamin D? Ambillah dari ikan: Ikan zebra yang berada dalam kelompok kekurangan vitamin D sekitar 50% lebih kecil daripada ikan di kelompok lain, menurut peneliti. Selain itu, mereka ditemukan memiliki lebih banyak cadangan lemak.

Kullman mengatakan, penelitian ini menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat mempengaruhi kesehatan metabolisme dengan mengganggu keseimbangan normal antara pertumbuhan dan akumulasi lemak.

Baca juga: Penelitian: Ini Cara Manjur Dapatkan Hasil Maksimal Saat Diet

“Entah bagaimana, energi yang seharusnya menuju pertumbuhan didorong untuk menciptakan lemak dan lipid, dan kejadian ini tidak dapat dengan mudah dibalik. Meskipun kami belum memahami mekanismenya, kami mulai terusik.”

Vitamin D dapat ditemukan dalam makanan seperti ikan berlemak (tuna, mackerel, dan salmon), beberapa produk susu, jus jeruk, hati sapi, dan kuning telur, menurut WebMD. Untuk orang dewasa yang sehat, Institute of Medicine merekomendasikan 1.000 mg setiap hari.**(Feb)

Leave a Reply