Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, October 27, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Postingan Medsos Kamu Berdampak Serius Pada Kehidupan Profesional

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – Saat ini hampir semua perusahaan baik besar maupun kecil, startup ataupun korporat, akan memperhatikan dan mendalami media sosial karyawan atau kandidat yang melamar pekerjaan.

Apa yang kamu posting di media sosial, bisa saja membuat kamu kehilangan pekerjaan saat ini atau peluang mendapatkan pekerjaan di masa depan.

Menurut survei CareerBuilder 2018, 70% pemberi kerja menggunakan media sosial untuk menyaring kandidat selama proses perekrutan, dan sekitar 43% pemberi kerja menggunakan media sosial untuk memeriksa karyawan saat ini.

Perusahaan melihat akun media sosial untuk berbagai alasan, tetapi kebanyakan ingin memastikan bahwa seorang kandidat cocok dengan perusahaan mereka.

Baca Juga: 3 Hal yang Ingin Dilihat Perusahaan Pada Media Sosial Kandidat dan Postingan yang Sebabkan Gagal Diterima

“Karena kami cenderung melihat akun media sosial pribadi kami sebagai ‘privasi’, ada kemungkinan besar bahwa dengan melihat profil seseorang, kamu akan melihat sekilas kepribadian mereka di luar resume,” kata DeeAnn Sims, pendiri Dark Horse PR.

Jangan hapus seluruh profil kamu
Banyaknya perusahaan yang memantau media sosial karyawan ataupun kandidatnya mungkin menggoda beberapa kandidat pekerja untuk sepenuhnya menghapus persona online mereka. Namun, perusahaan mengatakan bahwa strategi tersebut justru akan menjadi bumerang.

Sekitar 47% perusahaan mengatakan mereka tidak akan menelepon seseorang untuk wawancara jika mereka tidak dapat menemukan kandidatnya secara online. Baik itu karena kandidat menghapus keseluruhan media sosialnya atau menguncinya sehingga tidak dapat dilihat.

Lebih dari seperempat pemberi kerja mengatakan itu karena mereka suka mengumpulkan lebih banyak informasi sebelum memanggil kandidat, dan 20% mengatakan itu karena mereka mengharapkan kandidat tampil secara online.

“Disengaja atau tidak, dengan tidak memiliki profil media sosial akan selalu terasa seperti Anda menyembunyikan sesuatu yang tidak baik,” kata Sims. “Entah Anda secara khusus mengambil langkah untuk memastikan agar tidak dapat ditemukan atau menggunakan nama kecil yang kekanak-kanakan, keduanya terasa sangat tidak profesional” Ujarnya.

Selain terlihat seperti kamu mencoba menyembunyikan sesuatu, menghapus profil kamu bukanlah ide yang baik, karena itu tidak menjamin datanya benar-benar hilang. Sebaliknya, praktik terbaik adalah menjaga akun sosial kamu tetap bersih.

“Menghapus semua profil Anda sering kali menyiratkan bahwa Anda memiliki sesuatu yang disembunyikan,” kata Dana Case, direktur operasi di MyCorporation.com.” Banyak akun LinkedIn atau Instagram mungkin masih muncul di pencarian Google bahkan setelah Anda menghapusnya, bahkan dalam basis cache internet.” Tambah Case menjelaskan.

Gunakan media sosial untuk keuntunganmu
Studi CareerBuilder menemukan bahwa 58% pemberi kerja melakukan pemeriksaan sosial untuk mencari informasi yang mendukung kualifikasi kandidat untuk pekerjaan tersebut, 50% ingin memastikan kandidat memiliki persona online profesional, dan 34% ingin melihat apa yang diposkan orang lain tentang kandidat. Hanya 24% dari mereka yang disurvei memeriksa media sosial untuk mencari alasan untuk tidak mempekerjakan seseorang.

Menginvestigasi halaman media sosial kandidat telah membuahkan hasil bagi banyak pencari kerja. Secara khusus, 37% manajer perekrutan mengatakan mereka menemukan informasi yang mendukung kualifikasi profesional kandidat, dan 33% terkesan dengan citra profesional kandidat. Selain itu, 34% berpendapat bahwa seorang kandidat menunjukkan kreativitas yang luar biasa.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply