Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, October 27, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Donald Trump Positif Covid-19, Ini yang Dilakukan Dokter dan Tim Medisnya

Tim Medis Trump. Sumber foto: trtworld.com

Topcareer.id – Baru-baru ini dunia dikejutkan dengan kabar Presiden Amerika Serikat Donald Trump positif Covid-19.

Ketika berita tersebut masih hangat, publik kembali digemparkan dengan keputusan yang diambil oleh Donald Trump untuk kembali ke Gedung Putih meskipun baru dirawat selama tiga hari.

Mulai timbul bayak pertanyaan, sebenarnya apa yang dilakukan dokter dan tim medis khusus yang menangani Presiden Amerika Serikat tersebut?

Jadi, dokter dan tim medis memberikan perawatan kepada presiden Amerika Serikat berusia 74 tahun itu dimulai dengan perangkat mekanis kecil yang diletakkan di jarinya.

Ini disebut oksimeter denyut. Menggunakan berkas cahaya, alat ini mengukur berapa banyak oksigen dalam darah, serta detak jantung.

Baca juga: Bela Donald Trump, Mantan Juara UFC Tantang Dwayne `The Rock` Johnson

Jika menghasilkan pembacaan kurang dari 95%, itu bisa menjadi penentu pertama bagi dokter untuk memulai pengobatan agresif dengan obat antiviral dan anti-inflamasi, menurut Hugh Cassiere, direktur medis untuk layanan terapi pernapasan di Rumah Sakit Universitas North Shore pada Long Island.

“Saya mengatakan kepadanya untuk mengisolasi dirinya sendiri, memantau dirinya sendiri dan waspada terhadap gejala yang muncul,” kata Cassiere. “Jika dia mendapatkan gejala, dia harus segera meneleponku.” ucap Cassiere.

“tidak ada perawatan khusus untuk gejala Covid-19 ringan yang dialami presiden. Demam dan batuk biasanya dapat ditangani di rumah, bahkan pada pasien yang lebih tua. Penting juga untuk tetap terhidrasi,” tambah William Schaffner, spesialis penyakit menular di Vanderbilt University di Nashville.

Menurut Helen Boucher, kepala divisi kedokteran geografis dan penyakit menular di Tufts Medical Center di Boston, Trump harus diawasi dengan hati-hati selama lebih dari seminggu karena Covid-19 pada dasarnya adalah penyakit dua fase.

Jika pasien tanpa gejala awal mulai “merasa sedikit lebih buruk, pemicu berikutnya bagi saya adalah kadar oksigen dan rontgen dada,” kata Cassiere.

Baca juga: Dianggap Gagal Tangani Corona, Presiden Trump Sunat Dana AS ke WHO

Plasma Konvalensi
Perawatan lain yang mendapat izin untuk dilaksanakan secara darurat berdasarkan data awal, adalah plasma konvalensi, yang berisi campuran antibodi dari pasien yang telah pulih dari Covid-19.

Sementara otorisasi untuk pasien rawat inap, terapi plasma ini kemungkinan aman setidaknya secara teori, juga bisa membantu pasien rawat jalan. Namun, data di balik treatment ini relatif lemah.

“Secara teoritis itu bisa berhasil pada pasien yang tidak dirawat di rumah sakit. Meskipun tidak ada bukti kuat bahwa itu akan berhasil pada tahap awal infeksi, itu relatif mudah diberikan pada pasien rawat jalan,” kata Schaffner.

Cassiere mengatakan bahwa mengingat jabatan Trump, ada juga kecenderungan untuk memberinya terlalu banyak perlakuan.

“Itu berarti dia mungkin akan mendapatkan apa yang disebut perawatan VIP, perawatan lebih dari yang direkomendasikan,” katanya.

“Ada kecenderungan untuk melakukan lebih dari yang disarankan karena alasan VIP, dan itu tidak selalu baik.” pungkas Cassiere.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply